oleh

Jokowi Pidato Kemenangan Jokowi di Kampungderet

LINGGAU POS ONLINE – Siapa yang tak kenal Kawasan Kampungderet. Tahun 2012, kawasan padat penduduk yang berlokasi di Johar Baru, Jakarta Pusat merupakan program unggulan bedah kampung calon presiden nomor 01 Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI. Tujuh tahun kemudian, Joko Widodo menyampaikan pidato kemenanganya sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Azan Dzuhur baru berkumandang. Ratusan orang terlihat berkerumun di tengah gang sempit Jalan Tanah Tinggi 1 A, RT 134, RW 01, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5). Kerumunan yang didominasi para “emak-emak” menyeruak hingga pelataran pinggiran gang. Sempit dan sesak. Maklum, kampung ini berada di pinggiran ibu kota. Hari itu, mereka baru mendapat kabar kedatangan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Ia tak sendiri, melainkan ditemani cawapresnya KH Ma’ruf Amin.

Sesekali para emak-emak bertanya kepada para pria tegap yang tengah mengondisikan lokasi. “Pak Jokowi datang nggak pak,” tanya mereka. “Datang bu, lagi diperjalanan,” timpal pria tegap yang tak lain anggota TNI yang berjaga di sekitar lokasi.

Ya, kampung ini bukan lokasi yang asing bagi Mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sejak menjabat dari 2012-2014, Jokowi berhasil menyulap kawasan kumuh yang susunan rumahnya berantakan menjadi kawasan yang tersusun rapi.

Nama program tersebut adalah bedah kampung. Program yang dikebut sejak Mei hingga Agustus tahun 2013 mampu merenovasi sejumlah rumah di sana menjadi lebih rapi dan bersih. Kualitas bangunanya pun bukan asal-asalan semua dipakai dengan bahan yang berkualitas, persis rumah cluster perumahan. Tak hanya itu, rumah-rumah di sana juga dihiasi dengan tanaman hijau sehingga membuat suasana menjadi lebih asri.

Selang beberapa menit , Joko Widodo Warga bak dejavu, penampilan Jokowi datang persis pertama kali datang ke daerah tersebut. Kemeja putih dan celana dasar hitam. Tak lama kemudian, KH Ma’ruf Amin datang menyusul lengkap dengan sarung, surban dan peci.

Kepadatan di gang sempit itu makin sesak. Para emak-emak begitu militan menyalami keduanya. “Selamat pak, selamat jadi presiden lagi,” ujar mereka. Antusiasme warga tak berubah. Mereka menyambut kedatangan Jokowi-Maruf Amin sama seperti menyambutnya bersama Basuki Tjahaja Purnama, tujuh tahun silam.

Meskipun panas terik dan suara bising lalu lalang kereta commuter line di pinggiran kampung. Pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terlihat ketat. Tak ingin ketinggalan momentum, warga mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan orang nomor satu di Indonesia itu.

Ya sambil nengok dulu kampung deret yang kita bangun, tadi bisik-bisik masyarakat Pak dilanjutkan, Pak ini pembangunannya dan sudah saya sanggupi nanti saya mau izin dulu ke gubernur, katanya.

Sebuah podium berlambang burung garuda disiapkan. Tak lama kemudian, Jokowi menyampaikan pidato kemenangan . Ia mengatakan bangsa Indonesia sudah sepantasnya bangga karena bisa dewasa dalam berdemokrasi.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT rekapitulasi nasional Pemilu Serentak 2019 pada dini hari tadi rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya dalam pileg dan pilpres. Inilah makna hakiki dari rakyat yang berdaulat,” ujarnya.

“Saya dan Kiai Ma’ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia di manapun beradaatas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” tambahnya.

Jokowi menyebut hasil pemilu merupakan bentuk kemenangan rakyat yang berdaulat. Ia berjanji akan meneruskan program kerakyatan setelah dilantik pada Oktober 2019.”Kepercayaan dan amanah rakyat kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” jelasnya.

Jokowi mengatakan, bahwa kepimpinanya datang dari kepercayaan rakyat yang masih menginginkan terciptanya keadian sosial. “Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100% rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, bagi 100% rakyat Indonesia,” paparnya.

“Terakhir, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja penyelenggara dan pengawas pemilu, kepada tokoh masyarakat dan juga peserta pemilu, kepada aparat keamanan serta semua pihak termasuk para saksi yang telah siang malam bekerja dengan tulus demi pemilu yang jujur dan adil,” jelasnya.
Usai berpidato, Jokowi itu berjanji kepada warga untuk meneruskan pembangunan Kampung Deret hingga tuntas. Ia menyempatkan untuk meninjau secara singkat rumah-rumah di kampung itu dan berinteraksi langsung dengan masyarakatnya. (*/fin/tgr)

Rekomendasi Berita