oleh

Jiplak Lagu Orang, Via Vallen Akan Dilaporkan ke Polisi

JAKARTA – Penyanyi Via Valen mencapai puncak popularitas setelah menyanyikan Official Theme Song Asian Games 2018 Meraih Bintang. Kendati demikian Via Vallen kerap mendapat kritikan lantaran diduga menjiplak lagu orang tanpa izin.

Nama penyanyi asal Sidoarjo ini mulai melambung setelah menyanyikan lagu “Sayang”. Namun di tengah ketenarannya, muncul rumor, lagu Sayang miliknya menjiplak lagu milik duo musisi asal Jepang, Kiroro Mirae.

Kemudian Via Vallen juga sempat dikritik oleh Jerinx, Drummer band Superman Is Dead (SID) terkait cover lagu. Bukan soal izin, namun Jerinx lebih menekankan soal pembawaan Via Vallen yang dirasa tidak mengerti akan arti sebuah lagu.

Lagu Sunset di Tanah Anarki karya SID tersebut dibuat untuk pergerakan terhadap penguasa namun ketika dinyanyikan Via, Jerinx merasa Via hanya menggunakan karya SID untuk kekayaan diri dan keluarga saja.

Usai Jerinx SID, kini pencipta lagu Tanpamu Ku Tak Bisa, Sherly Aldila juga mengkritik Via Vallen. Sherly meresa kecewa saat Via Vallen meng-cover lagu ciptaannya tanpa izin. Ungkapan kekecewaan Sherly diluapkan lewat unggahan Instagram Story-nya.

“Terlepas video itu siapa yang posting, point penting yang saya ingin sampaikan adalah:

1. Bagaimanapun juga Via Vallen mengcover lagu saya tanpa seizin saya.

2. Creator video mencantumkan pencipta lagu atas nama Adit Losta yang saya tidak kenal sama sekali,” ungkap Sherly Aldila melalui Instagram Story-nya pada Sabtu (19/1).

Di postingan selanjutnya Sherly mengunggah menyampaikan bahwa ia tidak ada maksud mencari keuntungan atas lagunya yang dibawakan Via Vallen. Karena kata ia sekecil apapun karya tak bisa dibandingkan dengan uang.

“Mohon maaf untuk fans Via Vallen jika mersasa kurang berkenan dgn postingan saya..

Tidak ada maksud mencari keuntungan dlm bentuk apapun. Hanya mengutarakan apa yg saya rasakan.. Karna sekecil apapun sebuah karya lebih berharga dibanding materi..,” kata Sherly.

Dalam meciptakan lagu Tanpamu Ku Tak Bisa, Sherly mengaku punya banyak perjuangan. Orang yang menganggap menjimplak karya orang lain adalah hal biasa tak pernah merasakan sulitnya membuat sebuah karya.

“Saya merasa punya banyak perjuangan dalam pembuatan lagu tersebut.. Jadi bagi anda yg blm pernah merasakan membuat sebuah karya yg diklaim hak cipta nya oleh org lain..Pasti tidak akan tau bagaimana rasanya :),” katanya lagi.

Lebih lanjut Sherly mengunggah bahwa julukan “pansos” pun beredar dimana-mana. Bagi Sherly tidak mudah untuk bisa berkomunikasi dengan pihak manajemen Via Vallen yang gaungnya sudah besar. Jadi yang bisa ia lakukan hanya curhat lewat media sosial.

“Kebanyakan orang gagal memahami esensi makna yang saya sampaikan Dan auto julukan ‘pansos’ pun beredar dimana2. Tidak mudah untuk tiba2 berkomunikasi dgn pihak suatu management apalagi menyangkut artis besar.. Yg blg ‘cm koar2 di medsos’ Ya atuh saya mah bs apa? Selain curhat lewat ketikan begini hiks.. Hanya ingin dihargai sekecil apapun bentuk karya itu,” bebernya.

Saat dikonfirnasi, Sherly mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Milady Records dan Adit Losta untuk melakukan pertemuan membahas masalah ini.

“Jadi saat ini kami sudah berhasil berkomunikasi dgn pihak Milady Records sebagai pembuat video dan Adit Losta yang dianggap sebagai pencipta lagu kami. Sejauh ini kami baru akan melakukan pertemuan untuk membicarakan permasalahan terkait masalah ini,” kata Sherly kepada Fajar Indonesia Network Senin (21/1).

Untuk langkah selanjutnya, kata Sherly, tergantung bagaimana hasil pertemuan yang akan dilakukan di kediaman Sherly di Bekasi Harapan Indah Selasa (22/1). Ia juga mengatakan pihak label musik dan Adit Losta sudah ada itikad baik terkait persoalan ini.

“Selanjutnya tentang akan diproses hukum atau tidaknya, tergantung bagaimana hasil dari pertemuannya nanti. Karena sejauh ini sudah ada itikad baik dari pihak mereka untuk mencoba menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah dulu. Jadi kami belum bisa memutuskan seperti apa nanti hasilnya,” lanjut Sherly.

Ia mengaku permasalahan agak rancu antara ia keberatan lagunya di cover oleh Via Vallen tanpa izinnya dengan masalah pembajakan hak cipta lagu tersebut.

“Begini mbak. Sebenarnya masalah ini jadi agak rancu ya antara saya keberatan di cover oleh Via Vallen tanpa izin dengan masalah pembajakan hak cipta lagu saya oleh Adit Losta yg menyangkutkan Milady Records,” ujarnya lagi.

Jelas Sherly merasa dirugikan. Karena lagu yang dibawakan Via Vallen tapi dengan pencipta bukan dirinya sebagai pencipta asli.

“Kalau dirugikan jelas saya merasa dirugikan karena lagu itu dibawakan oleh seorang Via Vallen tapi dengan nama pencipta yang bukan pencipta aslinya,” ujarnya.

Ia lebih menitikberatkan terkait UU Hak Cipta, terkait lagunya dinyanyikan Via Vallen bagi Sherly tidak terlalu dipermasalahkan. Hanya saja ia mengkritik Via Vallen sebagai penyanyi terkenal harusnya lebih berhati-hati sebelum membawakan lagu. Mengingat itu kepentingan komersial.

“Jadi lebih fokus ke masalah Hak ciptanya saja. Kalau soal di cover sama Via Vallen itu memang tidak terlalu bermasalah. Hanya maksud sya Via Vallen itu kan artis besar mbak, dan setiap artis besar membawakan sebuah lagu itu jelas untuk kepentingan komersial, kami lebih tepatnya merasa sedikit kecewa saja,” jelas Sherly.

“Kan artis besar ada tim profesional di belakang. Nah tugas mereka itulah yg seharusnya lebih memilah materi apa yang akan dibawakan artisnya. Perihal cover/bawain lagu untuk tujuan komersial itu sbenarnya ada hukum Performing Right-nya juga mbak. Hanya belum terlalu berjalan di indonesia,” pungkasnya.

Melihat unggahan sang pencipta lagu yang menyebut-nyebut namanya serta beredar di akun gosip, para fans Via Vallen dengan akun pemberantas_heters pun langsung mengirim direct massage (DM) kepada Sherly dan menyampaikan pemohonan maaf.

“Maaf kak kita tau kok klo kkkak itu bukan pansos atau gimana, kami tau klo buat karya itu pasti susah dan dapat ingin di hargai sekecil apapun,” tulis akun tersebut seperti diunggah akun gosip Mak Kepo Sabtu (19/1).

Netizen merasa aktris idolanya tersudut dengan unggahan di Instagram Story Sherly hingga tersebar di jagad maya sehingga menimbulkan persepsi yang simpang siur dari netizen.

“krna sblmnya kaka buat story yang mungkin agak menyudutkan VV. Dan kesebar di akun gosip alhasil netter berkata yang aneh2,” lanjutnya.

Netizen lantas menyebutkan bahwa dirinya tidak salah. Via hanya menyanyikan lagu sesuai permintaan manajemen label Milady Record dan Adit Losta. Ia memohon kepada Sherly agar tidak menyudutkannya.

“Disini yg salah itu SIAPA ADIT LOSTA ???, dan dan Manajemen label Milady Record yg buat tulisan tersebut, disana tugas Via hanya menyanyi. Dan Via dikasih lagu suruh hafalin gtu kak.please ya kaka jngn mmenyudutkan Via itu aja kok kak. Salam kenal,” lanjutnya.

Sherly pun langsung membalas pesan netizen tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak bermaksud menyudutkan Via Vallen. Ia hanya ingin memprotes para oknum yakni manajemen label yang menulis lagu tersebut. Karena lagu ini dibawakan sang aktris yang sedang naik daun maka muncul banyak anggapan dari netizen.

“Maaf jg ya kak. Saya gak ada maksud sm sekali menyudutkan VV pribadi, itu hanya bentuk protes kepada para oknum, tapi karna kebetulan disini vv yang membawakan lagu saya , jadilah netizen berpendapat masing2 , sy gak bisa nyegah mendapat netizen, yg jelas caption2 saya gak ada yg bermaksud memojokan vv pribadi,” kata Sherly.

Kekesalah Sherly belum mereda. Minggu (20/1) ia mengunggah di akun Instagram terkait lagu yang dipopulerkan Constantine ini.

“Bagaimanapun Via Vallen mengcover atau membawakan lagu tersebut tanpa seijin saya. (Di luar konteks pelangaran hak cipta yang dilakukan oknum lain),” kata Sherly.

Ia juga mengingatkan kepada pihak profesional yang terkait dengan masalah ini agar lebih selektif dalam memilah materi yang akan dibawakan sebelum menerima job agreement.

“Yang dimasksud di sini adalah, alangkah baiknya untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi, sebelum melakukan job agreement itu sendiri, pihak profesional yang menaungi artis itu bisa lebih selektif memilah materi yang akan dibawakan dalam suatu acara apapun,” kata Sherly.

Sebab, kata ia saat timbul masalah seperti ini ada banyak pihak yang akan dirugikan dan persoalan semakin meluas dan menciptakan persepsi beragam dari masyarakat.

“Karena ketika sudah begini, pihak yang merasa dirugikan akan semakin melebar termasuk artis itu sendiri dengan berbagai persepsi di masyarakat,” lanjut Sherly.

Pada slide kedua Sherly mengklarifikasi bahwa pelanggaran hak cipta yang dimaksud Sherly bukan aktris tetsebut melainkan oknum lain. Bagi Sherly perkara pelanggaran hak cipta tidak bisa disepelekan oleh pekerja seni.

“Permasalahan Intinya:PELANGGARAN HAK CIPTA yg telah dilakukan oleh oknum lain, sekali lagi OKNUM LAIN (bukan artis itu sendiri) yg memang itu kejahatan yg tidk bisa disepelekan bagi para pekerja seni di seluruh jagat raya manapun,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan yang membuat opini publik menjadi simpang siur ketika lagu ciptaannya bersama sang kaka kebetulan dinyanyikan seorang VV. Padahal jika lagu itu dinyanyikan orang lain (bukan artis) dengan tujuan mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri dan oknum lainnya pun akan ia permasalahkan.

“Saya ucapkan terima kasih bagi yg sudah mengerti,dan saya tidak berharap untuk dimengerti oleh semua masyarakat yg mengetahui permasalahan ini karna saya hanya memperjuangkan apa yg menjadi MILIK saya. Terimakasih,” tutup Sherly.

Sontak unggahan Sherly mendapat respon netizen. Seorang netizen mencoba membandingkan di Indonesia dengan negara luar terkait cover lagu.

“Mbanyaaahhh pernah Iiat org cover lagu org luar negri ga misal justin beiber.selena Gomez. Serius tanya nih sya. ltu sebanyak org itu cover apa pernah izin ke justin beiber sama selena gomez mbanyaahh?? Btw ya… Punten bgt mnta maaf ya. Cba mbanyahhh komplen jg yg cover lagu mbanyahh di youtube yg lain jgn cuma via vallen? Apa cma via vallen yg cover laguuhh mbanyah ya,” tanya netizen.

Sherly lantas menjawab dan menunjukkan dasar hukum yang melindungi para pekerja seni dalam hal ini UU Hak Cipta.

“UU Hak Cipta juga mengenal pembedaan antara hak untuk mengumumkan (performing right). UU Hak Cipta merinci kegiatan apa saja yang termasuk dalam keduanya. Berikut isi penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta: Yang dimaksud dengan hak eksklusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya. Dalam pengertian “mengumumkan atau memperbanyak”, termasuk kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalih wujudkan, menjua|, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apa pun,” jawab Sherly.

Menurut Sherly UU Hak Cipta hanya berlaku di negara yang menciptakan hukum tersebut. Menyangkut kasus cover lagu asing tergantung bagaimana hukum di negara mereka berlaku.
Sampai berita ini diturunkan Via Vallen belum bisa dikonfirmasi.(dim/din/fin)

Rekomendasi Berita