oleh

Jembatan Muara Kuis Memprihatinkan

LINGGAU POS ONLINE, ULU RAWAS – Masyarakat Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), khususnya di desa-desa yang berada di ujung kecamatan, mengeluh dan mempertanyakan janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara untuk pembangunan jembatan yang sudah putus seperti jembatan di Desa Muara Kuis.

Mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung keluar masuk masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Karena itu juga, masyarakat berinisiatif memasangkan kayu dan papan agar bisa dilalui, namun bagi pengendara roda empat harus berhati-hati, jika tidak bisa terperosok dan masuk ke jurang.

“Kita sangat was-was tiap kali akan melintasi beberapa jembatan, khususnya yang berada di Desa Muara Kuis, karena rusaknya sangat parah, kalau tidak pelan-pelan bisa terperosok ke jurang,” kata Iwan (40), Selasa (4/9).

Iwan menambahkan jembatan ini, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh Pemkab Muratara. Untuk itulah, ia berharap agar Pemkab Muratara memperbaiki jembatan yang sudah rusak tersebut.

”Kami minta kepada pemerintah segera memperbaiki jembatan yang sudah parah, sebelum memakan korban jiwa,” pinta dia.

Sementara itu, anggota DPRD Muratara yang juga asli Kecamatan Ulu Rawas, Muhammad Ali membenarkan kondisi beberapa jembatan di Kecamatan Ulu Rawas sudah rusak parah. Bahkan baru-baru ini dirinya menjadi korban, di mana mobilnya terperosok.

“Beberapa jembatan di Kecamatan Ulu Rawas banyak yang rusak, bahkan yang di Desa Muara Kuis sangat parah, kami terperosok waktu nak reses Agustus 2018,” kata M Ali. Selasa (4/9).

Muhammad Ali juga mempertanyakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Muratara, karena seharusnya pembangunan jembatan yang rusak seperti di Desa Muara Kuis sudah dikerjakan, mengingat pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk 2018 dianggarkan.

“Akses jembatan yang saat ini rusak tentu dikeluhkan oleh masyarakat kita karena akses jembatan tersebut merupakan urat nadi masyarakat Kecamatan Ulu Rawas,” papar dia.

Oleh karena lanjut M Ali, dirinya selaku perwakilan rakyat di gedung DPRD Muratara menyesalkan DPU-PR Kabupaten Muratara yang dinilai tidak bisa bekerja, lantaran hingga September 2018 ini belum memulai pembangunan jembatan.

“Saya selaku wakil rakyat menyesalkan kepada pihak dinas, terkesan mengulur waktu dalam pelaksanaan pembangunan jembatan, seharusnya sudah bekerja sebab sudah dianggarkan pada APBD Muratara 2018 ini. sekarang sudah September pekerjaan tersebut belum juga dilaksanakan, maka dari itu kita pinta DPU untuk segera membangun jembatan tersebut,” tegas Muhammad Ali.

Sementara itu, Plh Kapala DPU-PR Kabupaten Muratara, Erdius Lantang saat awak media mendatangi kantornya, kurang lebih pukul 10.00.Wib, Selasa (4/9) untuk mengkonfirmasi, sayangnya Erdius Lantang tidak ngantor.

“Bapak tidak ada dan tidak tahu masuk atau tidak hari ini (kemarin,red),” ucap salah satu staf penerima tamu, kemarin.(asd)

Rekomendasi Berita