oleh

Jemaah Haji Meninggal

LINGGAU POS ONLINE – Seorang Jemaah Haji asal Kabupaten Rejang Lebong meninggal dunia. Kabar ini dibenarkan Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Rejang Lebong, Hafizudin, Senin (12/8).

Dijelaskan Hafizudin, jemaah haji yang meninggal dunia yakni Amariyah Hasan Sadini (64) warga Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup meninggal pukul 2.00 Waktu Arab Saudi (WAS) 10 Zulhijah.

“Kemarin sore kami dapat informasi dari TPHI bahwa ada jemaah haji yang meninggal atas nama Amariyah,” kata Hafizudin.

Hafizudin memaparkan, almarhumah Amariyah Hasan Sadini berangkat melaksanakan ibadah haji bersama suaminya Mahadi Yahya Dakum (81) yang tergabung dalam kloter 12.

Setelah mendapatkan informasi meninggalnya Almarhumah, pihak Kemenag sempat mengonfirmasi keluarganya.

“Kami sempat mengunjungi keluarganya, di situ juga kita dapat informasi anak almarhumah juga membenarkan jika ibunya meninggal dunia, setelah dirinya mendapatkan kabar dari ayahnya melalui via handphone,” paparnya.

Sebelum meninggal dunia, almarhum berencana akan melaksanakan lontar jumrah aqobah. Sebelum melontar Aqobah, almarhumah terjatuh dan pingsan dan akhirnya dibawa ke Mekkah.

“Pada pukul 02.00 WAS, almarhumah dinyatakan meninggal dunia,” tegasnya.

“Mungkin bisa karena kecapean, soal penyebabnya kami belum mengetahui pasti, kalau dari awal pemberangkatan almarhum dalam kondisi sehat, mungkin karena kecapean. Kami juga belum menerima secara detail penyebab meninggalnya,” tambahnya.

Sebelum meninggal dunia, almarhumah sudah melaksanakan wukuf di Arafah merupakan puncak rukun haji. Jenazah dimakamkan di Mekkah.

Sementara Jemaah Haji asal Kabupaten Musi Rawas (Mura) dalam melontar Jumrah dibagi dua kelompok. Kelompok pertama berangkat pukul 3.30 WAS, terdiri dari rombongan 6 dan 7 sebanyak 99 orang. Sedangkan kelompok kedua berangkat pukul bakda Subuh pukul 04.45 WAS.

Kontributor Haji Linggau Pos, M Rais mengatakan lontar jumrah adalah salah satu wajib haji yang meneladani Nabi Ibrahim melawan godaan setan yang memiliki makna melawan godaan setan dan nafsu dari dalam diri.

“Sebelum melaksanakan lempar jumrah, jemaah haji bermalam di Musdalifah kemudian menuju Mina. Setelah itu, lempar jumrah di Jamarat sebagai rangkaian wajib haji,” kata M Rais.

Menurutnya, terjadi kemacetan yang luar biasa di beberapa ruas jalan karena jalan menuju Mina sudah steril dari kendaraan. Sehingga ada jemaah berjalan kaki untuk menuju Mina dan Jamarat.

‘Kita mengimbau jemaah haji untuk tidak bepergian sendirian saat melempar jumrah,” ucapnya.

Selain itu, jarak antara Mina (tenda) dengan jamarat itu cukup jauh karenanya selalu bepergian menuju dan dari jamarat itu harus dalam rombongan dalam kelompoknya jangan sampai berpisah.

“Alhamdulillah saat ini jemaah sehat semua, hanya kecapean saja. Dan kondisi cuaca saat ini berkisar 42 celcius,” jelasnya. (sam/dlt)

Rekomendasi Berita