oleh

Jemaah Antusias Salat di Masjidil Haram

LINGGAU POS ONLINE – MEKKAH – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Lubuklinggau sangat antusias mengerjakan kegiatan ibadah di Masjidil Haram, salah satunya ibadah wajib salat lima waktu.

Hal ini diungkapkan Ari Narsa JS, Kontributor Haji Harian Pagi Linggau Pos.

“Kebanyakan jemaah mulainya saat Salat Ashar, kemudian Magrib dan setelah Salat Isya baru pulang ke hotel,” ungkapnya.

Kebanyakan dari jemaah, lanjut Ari, malas untuk kembali ke hotel ketika sudah berada di Masjidil Haram.

“JCH lebih baik istirahat sambil santai tadarusan dan ibadah lainnya di Masjidil Haram di setiap sela-sela waktu salat wajib,” katanya.

Berlama-lama di Masjidil Haram, pastinya jemaah juga akan direpotkan dengan bolak-balik ke toilet. Dan Alhamdulillah dikatakan Ari bahwa di Masjidil Haram banyak terdapat toilet, hanya saja agak jauh berjarak kurang lebih 150 meter.

“Dan di toilet juga kita harus mengantre, karena banyaknya jemaah di sana,” tuturnya.

Sedangkan mengenai konsumsi air minum, Ari mengatakan jemaah tidak perlu khawatir atau direpotkan dengan membawa air. Karena Masjidil Haram telah menyediakan air zam-zam dan tersedia di setiap sudut masjid.

“Air zam-zam telah tersedia di setiap sudut masjid, jadi jemaah nggak akan kehausan karena memang disediakan banyak air zam-zam untuk jemaah agar tidak dehidrasi mengingat cuaca di Mekkah berkisar 42 derajat celcius,” terangnya.

Untuk rencana, Senin (22/7) disampaikan Ari, bahwa rombongan JCH akan melakukan pelaksanaan Dam dan sekaligus melihat pemotongan hewan domba.

Begitu juga JCH asal Kabupaten Mura melaksanakan rutinitas ibadah ke Masjidil Haram dan kegiatan rutinitas harian di pemondokan.

Kontributor Haji Linggau Pos, M Rais mengatakan jemaah yang ke Mekkah akan menuju ke Masjidil Haram guna melaksanakan thawaf ifadhah dan sai yang merupakan rukun dari ibadah haji.

Dengan kondisi begitu, Masjidil Haram dipastikan akan makin penuh sesak. Kepadatan tak hanya ada di dalam masjid suci itu, namun juga di jalanan di sekitarnya.

“Suasana salat di Masjid Haram berlangsung damai. Hal itu tak lain karena didukung pengaturan sistem yang komprehensif,” kata M Rais.

Menurutnya, saat ini semua Jamaah sehat wal ‘afiat dan suhu pada pukul 11.00 hingga saat ini pukul 13.30 berkisar antara 40 hingga 46 derajat celcius.

“Kita tetap mengimbau terus kepada jemaah untuk menjaga kesehatan, dan saat ini para jemaah di berikan makan tiga kali,” ujarnya.

Sementara itu, JCH Musi Rawas Utara (Muratara) telah tiba di Mekkah, Minggu (21/7) sekitar pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan kondisi selamat. Demikian dilaporkan Kontributor Haji Linggau Pos, Abdullah.

Dijelaskannya, JCH melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, yakni berangkat dari Palembang, Minggu (21/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kami terbang selama sembilan jam, langsung turun ke King Abdul Aziz Jeddah,” ia melaporkan.

Setelah itu, jemaah langsung menuju hotel di Mekkah.

“Kami setelah administrasi di King Abdul Aziz Jeddah langsung ke hotel di Mekkah. Doakan agar segala urusan kami lancar, dan tiba di Hotel Mekkah dengan selamat,” tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan, JCH di Embarkasi Palembang Sabtu (20/7) pukul 07.30 WIB. JCH kemudian menerima pengembalian living cost 1.500 riyal dan bantuan Gubernur Sumsel 250 riyal dan hari pembagian gelang identitas jamaah perkenalan degan petugas kloter.(lik/dlt/rrf)

Rekomendasi Berita