oleh

Jelang Tahun Baru, Terompet Sepi Pembeli

MUSI RAWAS – Jelang Tahun Baru 2019, penjual terompet musiman mulai menjamur di Pasar Muara Beliti Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti, tampak beberapa penjual menjajakan terompet dan kembang api. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, penjualan terompet kali ini menurun.

Wahyu (30) pedagang terompet musiman di Pasar Muara Beliti mengatakan, biasanya tanggal 28 sudah ramai membeli, ini sudah mau tahun baru  tapi masih sepi, beda dari sebelumnya.

Terompet-terompet yang ia jual itu didatangkan dari Jambi dan Jawa, dan ada juga buat sendiri. Sedangkan harga jual terompet pun masih tetap sama seperti tahun lalu, satu buah terompet dijual mulai Rp5 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung jenis dan bahan terompet.

Namun kini, terompet yang lebih diminati  dari plastik buatan pabrik. Terompet manual pembelinya terus menurun, padahal bentuknya lebih menarik dan variatif.

Menurutnya, alasan sepinya pembeli karena masyarakat sedang berduka terhadap bencana yang belakangan terjadi. Dan tahun lalu  rumor penyebaran virus melalui terompet, menjadi satu sebab penurunan omzetnya.

Selain itu, sebagian masyarakat juga ada yang tidak merayakan malam pergantian tahun baru. Sehingga, terompet yang akan meramaikan malam tahun baru juga tidak digunakan.

“Mudah-mudahan saja nanti jelang malam tahun baru pembeli ramai,” harapnya.

Tempat yang sama, Ade (29) pedagang terompet juga mengatakan omzetnya turun sebesar 50 persen. Menurutnya, ketika empat hari menjelang tahun baru seharusnya pembeli sudah mulai ramai. Akan tetapi, sekarang ia tidak merasakan peningkatan penjualan secara signifikan.

Ade menjual terompet berbahan kertas karton dan plastik. Namun, terompet karton yang dihiasi dengan kertas hologram warna-warni perlahan tidak diminati lagi. Pembeli terompet itu sebagian besar adalah perusahaan-perusahaan yang sudah menjadi pelanggannya.

Sementara masyarakat yang membeli eceran lebih gemar terhadap terompet plastik, karena terompet plastik lebih awet. Sedangkan terompet karton mudah rusak dan basah.

“Tiap tahun itu pasti turun, sekarang makin parah. Semoga dua hari ini pembeli meningkat,” harap Ade. (dlt).

Rekomendasi Berita