oleh

Jelang MotoGP Ceko, Biang Kerok Masalah Mesin Yamaha Sudah Ketemu?

LINGGAUPOS.CO.ID- Jelang MotoGP Ceko 2020, Yamaha menatap balapan dengan penuh kehati-hatian. Sebab, keperkasaan Yamaha di MotoGP Spanyol dan Andalusia diganggu dengan masalah mesin.

The Doctor jadi korban pertama di MotoGP Spanyol. Seminggu kemudian, Maverick Vinales juga mengalami masalah yang sama pada sesi latihan bebas, dan terakhir Franco Morbidelli yang harus menyelesaikan balapan lebih cepat seri MotoGP Andalusia.
Dikutip dari Speedweek, Selasa (4/8/2020) Bos Yamaha, Lin Jarvis menampik isu bahwa mesin pabrikan garpu tala mengalami overheat di Sirkuit Jerez.

Sekaligus menepis kabar bahwa mesin YZR-M1 disetel ‘paksa’ untuk bisa bersaing dengan KTM, Honda, dan Ducati.

“Masalah mesin kita tidak ada hubungannya dengan overheating atau kecepatan. Itu sudah pasti,” kata Lin Jarvis.

“Aku rasa kami sudah tahu biang keroknya. Kami sedang bekerja mencari jalan keluar. Aku yakin bisa menghindari masalah ini di musim depan.” ucap dia.

“Masalah ini tidak akan dipecahkan hanya dengan mengurangi kecepatan. Itu bukan penyebab masalah,” tambah pria berusia 62 tahun itu.

Lalu bagian mesin mana yang terdeteksi mengalami masalah?

“Mesin seperti itu terdiri dari banyak, banyak komponen, beberapa diproduksi di rumah oleh Yamaha, beberapa oleh pemasok lain. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi tentang itu, ” ungkap Jarvis.

Yamaha tengah dilanda masalah mesin musim ini. Dalam sebuah dokumen Dorna Sport diketahui Vinales telah membuka segel kelima mesinnya yang dialokasikan musim ini.

Sementara tiga pebalap Yamaha lainnya sudah membuka empat segel mesin. Satu mesin Vinales dan satu mesin Rossi telah dihapus dari daftar karena dikirim ke Jepang untuk dianalisis masalahnya. Padahal, masih ada 12 seri balapan lagi yang akan digelar musim ini.

Untuk diketahui, tim yang dianggap kuat di MotoGP (Honda, Yamaha, Suzuki dan Ducati) hanya boleh menggunakan lima mesin di 14 seri MotoGP musim ini, dan pendatang baru seperti KTM dan Aprilia memiliki jatah tujuh mesin.

Siapa pun yang menggunakan mesin tambahan akan dikenakan sanksi. Sanksinya bisa start dari posisi belakang atau start dari pit lane.

Kini Yamaha tengah menimbang hal yang bisa dilakukan tentang batas penggunaan lima mesin di musim ini.

“Kita tau aturannya. Kami sedang menjajaki semua opsi tentang cara menghilangkan kekurangan ini (masalah mesin).” terang Jarvis.(*)

Sumber: detik.com

Rekomendasi Berita