oleh

Jelang Kemarau, Waspada Peningkatan Potensi Petir dan Angin Kencang di Sumsel

LINGGAUPOS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memprediksi peningkatan potensi petir dan angin kencang di Sumsel, sebelum masuk musim kemarau pada Mei nanti.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Bambang Beny Setiaji dalam rilis yang diterima linggaupos.co.id, menjelaskan, secara regional, seiring posisi matahari yang berada di Ekuator yang secara Meteorologi merupakan salah satu indikasi aktifnya Musim Peralihan di wilayah Sumsel.

“Ditandai dengan pertemuan Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air (basah) dan Angin Muson Australia (Muson Timur) yang relatif kering di wilayah Indonesia pada umumnya dan wilayah Sumsel pada khususnya. Mengakibatkan peningkatan hujan yang berkarakteristik lokal (sporadis), arah dan kecepatan angin yang relatif variabel (berubah-berubah) dan peningkatan intensitas petir, yang umumnya terjadi pada siang-sore hari sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari,” ia menjelaskan, Rabu (25/3/2020).

Ditambahkannya, secara lokal, akibat pemanasan matahari di atas Ekuator, mengakibatkan perbedaan suhu yang signifikan menjelang siang hari dan perbedaan karakteristik antara permukaan yang tertutup (aspal, bangunan dsb) dengan permukaan terbuka (tanah, rawa dsb).

Kondisi ini menyebabkan perbedaan tekanan dan suhu di permukaan yang apabila terjadi Hujan pada siang-sore hari dapat berpotensi disertai Angin Kencang. Sedang pertumbuhan Awan Hujan yang relatif rendah pada daerah dataran tinggi (Sumsel bagian Barat) berpotensi peningkatan intensitas Petir.

Berdasarkan Kondisi Regional dan Lokal ini akan menyebabkan hujan lokal (sporadis) disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumsel bagian Barat. Seperti Musi Rawas, Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat, Muratara, Muba, PALI, Pagar Alam dan Muara Enim

Sedangkan potensi hujan lokal (sporadis) disertai angin kencang pada wilayah Prabumulih, Banyuasin, Palembang, OKI, OI, OKU Timur, OKU dan OKU Selatan. “Kondisi ini berlangsung hingga memasuki awal musim kemarau Mei-Juli 2020,” katanya.

“Kami menghimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada serta update informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG. Berhati-hati saat hujan dalam beraktifitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon. Tidak berada di tanah lapang dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari,” tambahnya.(*)

Rekomendasi Berita