oleh

Januari, KPU Mura Ajukan Penataan Ulang Dapil

Ke KPU RI

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – KPU Kabupaten Musi Rawas, adakan rapat penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan simulasi penghitungan alokasi kursi DPRD Kabupaten Musi Rawas, di Hotel Daffam, Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kamis (6/12).

Ketua KPU Musi Rawas melalui anggota divisi teknis, Supriadi mengatakan ada beberapa pertimbangan yang membuat KPU Musi Rawas melakukan penataan penyusunan Dapil berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu.

Mereka pun menyampaikan, mengenai prinsip-prinsip penataan Dapil dan alokasi Kursi. Yakni meliputi kesetaraan suara atau prinsip yang mengupayakan harga kursi yang setara antar satu Dapil dengan Dapil lain. Ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, prinsip yang mengutamakan jumlah kursi besar dalam pembentukan Dapil (mengutamakan 6 s.d. 12 kursi). Lalu prinsip proporsional, prinsip yang memperhatikan keseimbangan alokasi kursi antar Dapil. Integralitas wilayah, yakni prinsip yang memperhatikan keutuhan dan keterpaduan wilayah, dengan memperhatikan kondisi geografis dan sarana penghubung.

Selanjutnya, prinsip Coterminus yakni Dapil yang dibentuk harus dalam cakupan Dapil tingkatan yang lebih besar (yaitu Dapil DPRD Provinsi). Lalu prinsip Kohesivitas, yakni prinsip yang memperhatikan aspek sejarah, kondisi sosial budaya adat istiadat dan kelompok minoritas. Terakhir prinsip Kesinambungan, yakni prinsip penataan Dapil yang memperhatikan komposisi Dapil pada Pemilu sebelumnya.

“Saat rapat dan simulasi kemarin, kita ingin meminta saran dan masukan sebelum usulan penataan Dapil diajukan ke KPU RI, yang rencananya akan kita ajukan kemungkinan di 18 Januari 2018 mendatang,” kata Supriadi, Kamis (7/12).

Ia menjelaskan, saat ini berdasarkan data dari Disdukcapil Musi Rawas, jumlah penduduk di Musi Rawas sebanyak 408.597 jiwa. Artinya, masuk di kategori di atas 400 ribu untuk jumlah penduduk dalam penyusunan Dapil.

Dan sebelumnya untuk Dapil 1 meliputi Kecamatan Muara Beliti, TPK, Suka Karya, Jaya Loka dan BTS Ulu ada delapan kursi, setelah pemekaran menjadi 10 kursi. Dapil 2 meliputi Kecamatan Tuah Negeri, Muara Kelingi dan Kecamatan Muara Lakitan ada sembilan kursi, ditambah setelah pemekaran menjadi 11 kursi. Dapil 3 meliputi Kecamatan Tugumulyo, Selangit dan Terawas ada tujuh kursi, setelah pemekaran bertambah menjadi 10 kursi. Dan Dapil 4 meliputi Kecamatan Purwodadi, Sumber Harta dan Megang Sakti dari enam kursi, setelah pemekaran menjadi sembilan kursi.

“Untuk itu, kita perlu melakukan penataan ulang Dapil. Saat simulasi hadir Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti, Ketua DPRD Musi Rawas Yudi Fratama, Ketua-ketua Parpol, perwakilan akademisi serta dari unsur pemerintahan. Ada beberapa masukan dari mereka yang menyarankan tetap 4 Dapil, ada juga yang mengusulkan lima Dapil dan enam Dapil. Namun kebanyakan dari peserta yang hadir tadi, mengusulkan lima Dapil,” jelasnya.

Bahkan Wabup sepakat menyarankan Lima Dapil. Begitupun dari PDIP dan beberapa Parpol, juga mengusulkan lima Dapil.

“Untuk itu kami meminta kepada pengurus parpol, untuk memberikan rekomendasi secara tertulis. agar bisa dilampirkan saat kita mengusulkan penambahan Dapil ke KPU RI, serta menjadi arsip kita. Karena kita (KPU, red) hanya mengusulkan, sementara yang menetapkan dari KPU RI. Itupun setelah mereka melakukan uji publik dan atas persetujuan DPR RI. Kemungkinan penetapan mengenai Dapil, ditetapkan oleh KPU RI pada 6 April 2018 mendatang,” jelasnya kembali. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita