oleh

Januari 2020 Cukai Vape Naik

LINGGAU POS ONLINE – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan akan menaikan cukai rokok elektronik atau vape mulai tahun 2020. Kenaikan cukai vape itu sejalan dengan kenaikan cukai rokok konvensional mulai 2020.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi menyatakan, belum dapat memastikan besaran tarif cukai rokok elektrik (vape) yang akan dinaikkan pada awal Januari 2020.

“Kita inline saja dengan policy kenaikan tarif rokok konvensional. Kalau rokok konvensional dinaikkan, yang lain akan mengikuti pemberlakuannya pada 1 Januari 2020,” kata Heru, Sabtu (16/11/2019).

Heru menjelaskan, kenaikan tarif cukai vape itu bertujuan untuk mengendalikan konsumsi dan membatasi peredaran karena produk tersebut dapat membahayakan kesehatan.

“Di UU Cukai, modifikasi tembakau tradisional masuk dalam jenis tembakau. Oleh karena itu, maka dikenakan cukai agar konsumsi dikendalikan,” ujarnya.

Heru menyebutkan, pengenaan tarif cukai vape yang mulai diberlakukan pada 2018 adalah sebesar 57 persen. Selama penerapan cukai vape tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga telah melakukan sejumlah penindakan terhadap vape ilegal atau tidak membayar cukai.

“Jumlah penindakan selama 2019 telah mencapai 252 kasus (1.459 liter), atau meningkat dari periode 2018 sebesar 218 kasus (10.802 liter),” sebutnya.

Dari kasus-kasus itu, perkiraan nilai barang hasil penindakan pada 2019 mencapai Rp1,78 miliar pada 2019 atau naik dari 2018 sebesar Rp1,58 miliar.

“Kalau tidak membayar maka akan kita kejar. Ini kebijakan tepat karena bisa mengurangi konsumsi. Kalau pada suatu titik, vape boleh atau tidak, Bea Cukai akan menyesuaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, keputusan pemerintah yang terlebih dahulu diresmikan terkait kenaikan cukai rokok yaitu sekitar 22 persen dan harga eceran sebesar 35 persen yang mulai diterapkan pada Januari 2020 dinilai terlalu tinggi.

“Kenaikannya yang rasional artinya tidak perlu sebesar kenaikan cukai rokok kemarin yang menurut saya terlalu besar,” katanya.

Menruurt Tauhid, pemerintah perlu menyesuaikan dengan beberapa hal sebelum benar-benar menentukan besaran tarif tersebut seperti terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan biaya lain. Selain itu, Harga Jual Eceran (HJE) dari vape tersebut juga harus bisa dikendalikan dengan mempertimbangkan perkembangan industri.

“Iya, kenaikan harus disesuaikan dengan perkembangan industri vape itu sendiri dan harus bisa diprediksi,” ujarnya.

Kendati demikian, Tauhid menyatakan bahwa pihaknya mendukung adanya rencana pemerintah yang akan menaikkan cukai vape mulai 2020 mendatang itu. Terlebih ia memahami, bahwa kebijakan tersebut perlu dilakukan mengingat pemerintah harus dapat mengendalikan penggunaan vape oleh masyarakat Indonesia yang semakin marak.

“Saya kira memang perlu dinaikkan dalam rangka pengendalian Vape (kesehatan),” katanya. (*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN

Rekomendasi Berita