oleh

Jangan Lupakan Jasa Para Pahlawan

Dandim 0406/MLM, Letkol Kav Dodi Syamsurizal
“Yang bisa diambil contoh dari para pahlawan adalah sikap rela berkorban, pantang menyerah serta berjiwa patriot untuk negara Indonesia…”

Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe
“Peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan momentum untuk mengingat dan mengenang, serta mengambil makna yang baiknya. Sehingga menjadi bahan introspeksi kita. Sehingga terbangun semangat, untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif…”

Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan
“Dengan semangat persatuan dan kesatuan yang dilakukan para Pahlawan, kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan. Karena, yang terpenting adalah kita tidak boleh pecah belah…”

Mantan Kasdim 0406 Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 1988-1991, Letkol ART Purnawirawan, H Santoso
“Perjuangan prajurit saat ini jauh lebih berat ketimbang di masa penjajahan,”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK TANJUNG – Hari ini (10/11) merupakan peringatan Hari Pahlawan. Sejumlah pihak mengingatkan pentingnya memaknai Hari Pahlawan tersebut.

Seperti dikemukakan oleh Dandim 0406/Musi Rawas-Lubuklinggau-Musi Rawas Utara (MLM), Letkol Kav Dodi Syamsurizal, serta Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Lubuklinggau, Aang Azhari.

Dodi Syamsurizal pertama-tama mengucapkan selamat atas peringatan Hari Pahlawan ke-72 ini.

“Selamat Hari Pahlawan. Kita kenang para pahlawan yang telah gugur,” kata Dodi Syamsurizal, Kamis (9/11).

Dodi Syamsurizal menjelaskan, melihat dari keteladanan dan semangat juang para pahlawan, bisa dijadikan panutan bagi para generasi muda maupun warga negara Indonesia.

“Salah satu contoh makna yang bisa diambil dari para pahlawan adalah sikap rela berkorban, pantang menyerah serta berjiwa patriot untuk negara Indonesia,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menyatakan tentunya bertepatan dengan Hari Pahlawan ini kiranya kepada para warga negara Indonesia khususnya generasi muda, harus bisa mencontoh suri tauladan yang telah ditanamkan oleh para pahlawan kita.

“Bagaimana mempertahankan negara Indonesia tanpa harus ada balasan dari negara. Seperti kata-kata kiasan yakni ‘Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu’,” tutupnya.

Sedangkan, Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Lubuklinggau, Aang Azhari mengatakan pastinya mengucapkan selamat Hari Pahlawan, khususnya kepada para pahlawan yang telah gugur.

“Maka dari itu kiranya sebagai warga negara Indonesia kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah berkorban mempertahankan negara Indonesia dari penjajah,” kata Aang Azhari.

Ia meneruskan secara bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban negara Indonesia, banyak berbuat dan membangun dengan semangat juang seperti para pahlawan saat mempertahankan negara Indonesia.

Pada zaman yang sekarang ini bahwa musuh kita bukan lagi penjajah melainkan akan kesadaran hukum agar tidak terlibat dengan masalah hukum dan tindak kriminalitas.

“Salah satu contoh, tidak terlibat dengan penyalahgunaan narkoba khususnya para pemuda. Apalagi pemuda adalah penerus bangsa dan meneruskan perjuangan serta berkiprah untuk memberikan yang terbaik bagi negara Indonesia,” tutupnya.

* Walikota : Jadi Bahan Introspeksi Diri

Secara terpisah, memaknai Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengajak semua masyarakat Kota Lubuklinggau untuk dapat mengenang jasa para pahlawan.

Karena berkat jasa serta kerja keras para pahlawan, kita semua bisa merasakan kemerdekaan saat ini.

Selain itu, Nanan sapaan akrabnya ini mengajak untuk memaknai Hari Pahlawan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi diri kita semua, untuk membangun semangat.

“Tidak hanya memperingati Hari Pahlawan saja, namun dalam memperingati hari-hari besar harus dijadikan momentum untuk mengingat dan mengenang, serta mengambil makna yang baiknya sehingga menjadi bahan introspeksi kita. Sehingga terbangun semangat, untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif,” tegas Nanan.

Tingkatkan kepedulian serta terus berbuat dan berkarya, tetap menjadi imbauannya kepada masyarakat Kota Lubuklinggau.

* Bupati : Tidak Boleh Terpecah Belah

Sementara itu Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan mengatakan setiap masa zamannya sudah berbeda, kalau dulu pahlawan sekuat tenaga merebut kemerdekaan Indonesia, namun saat ini kemerdekaan sudah diraih.

“Sekarang kita berjuang untuk mewujudkan isi Undang-Undang Dasar (UUD)1945, karena untuk mewujudkan cita-cita, bukan lagi dengan perang menggunakan senjata. Namun meski demikian perjuangan kita tetap tidak mudah, berbagai cobaan akan kita hadapi,” kata Hendra Gunawan.

Hendra Gunawan mengatakan, Musi Rawas saat ini semakin bersaing dengan daerah-daerah lain, sehingga dalam memajukan kabupaten ini butuh perjuangan dari semua pihak.

“Insya Allah dengan semangat persatuan dan kesatuan yang dilakukan para pahlawan, kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan. Karena, yang terpenting adalah kita tidak boleh pecah belah. Alhamdulillah dengan semangat gotong-royong, saat ini kita sudah mencapai apa yang kita inginkan,”tuturnya.

Maka dari itu, Hendra Gunawan meminta kepada masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, karena dalam meneruskan cita-cita pahlawan, harus dimulai oleh siapa saja dan komitmen bersama.

Di lain tempat, mantan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0406 Kabupaten Musi Rawas, Lubuklinggau tahun 1988-1991, Letkol ART Purnawirawan, H Santoso mengatakan perjuangan yang dilakukan oleh prajurit TNI sekarang jauh lebih berat, ketimbang zaman perjuangan. Pasalnya, saat masa perjuangan hanya berjuang melawan penjajah Belanda dan mempertahankan kemerdekaan. Tapi, di masa sekarang prajurit harus berjuang melawan ekonomi. Ini jauh lebih berat ketimbang mengusir penjajah.

“Perjuangan prajurit saat ini jauh lebih berat, ketimbang di masa penjajahan,” kata Santoso, kemarin.

Selain itu, dilanjutkan purnawirawan TNI kelahiran 31 Agustus 1942 dan mulai jadi prajurit pada 1959-1960 ini, jasa para pahlawan yang telah mendahului kita tidak bisa dilupakan begitu saja. Karena mereka telah mengorbankan harta benda serta jiwa dan raga. Sehingga, dirinya sangat menyesalkan peringatan Hari Pahlawan tidak meriah. Tapi, khusus di 2017 sudah cukup meriah, karena baik TNI maupun Polri sudah membuat kegiatan untuk memperingati itu.

Mengenai prajurit, cukup lebih berat dari yang dulu, karena kemarin hanya perang tapi yang sekarang perang ekonomi, dan lainnya, jadi harus lebih mendalami agar tugas bisa berjalan dengan baik

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Lubuklinggau, Hendi Budiono mengatakan peringatan Hari Pahlawan telah menginspirasi kita tentang sebentuk semangat perjuangan yang tinggi. Khususnya dari para Pahlawan. Selain itu, sambung dia, kita ditunjukkan oleh sejarah soal ancaman apapun yang datang akan bisa kita hadapi.

“Dengan persatuan dan kesatuan,” tegas legislator dari PBB ini, kemarin.

Ia mengingatkan khusus pemuda di Kota Lubuklinggau, harus semangat berorientasi. Tujuannya, lanjut dia, untuk kemajuan Lubuklinggau ini. Mengingat bagaimana seluruh elemen masyarakat saat pertempuran di Indonesia zaman penjajah dulu, saling bahu membahu memanggul senjata dan melawan dengan kapasitas masing-masing.

“Saya membayangkan semangat itu hadir saat ini. Saat seluruh komponen bangsa bersatu pada menggelorakan semangat perjuangan mengisi kemerdekaan, membangun bangsa dan negara dengan kapasitas dan keahlian masing-masing,” tutupnya. (16/09/11/12/CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita