oleh

Jamin Hak Pilih Warga Binaan

“Jangan sampai ada warga binaan yang kehilangan hak pilihnya karena kondisi-kondisi yang tidak seharusnya. Mudah-mudahan atas bantuan semua pihak baik Disdukcapil maupun Lapas, semua warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya,” kata Hendri Almawijaya.

LUBUKLINGGAU – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mulai mendata pemilih yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas II A Lubuklinggau, untuk dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Senin (14/1) Komisioner KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Divisi Program dan Data, Hendri Almawijaya didampingi Ketua KPU Kota Lubuklinggau mengatakan pendataan dilakukan untuk memastikan semua warga binaan tidak ada yang kehilangan hak pilihnya.

“Jangan sampai ada warga binaan yang kehilangan hak pilihnya karena kondisi-kondisi yang tidak seharusnya. Mudah-mudahan atas bantuan semua pihak baik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) maupun Lapas, semua warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya,” kata Hendri Almawijaya, Senin (14/1).

Menurutnya, pendataan merupakan agenda nasional untuk melakukan pendataan terhadap warga binaan. Makanya, dilakukan koordinasi baik ke Lapas Klas IIA Lubuklinggau maupun Disdukcapil. Karena warga binaan Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau sudah ratusan orang. Pemilih dengan kategori tersebut akan dimasukkan dalam DPT tambahan (DPTb), karena akibat kondisi tertentu mereka tidak bisa memilih sesuai dengan domisili masing-masing.

Bahkan, kemungkinan akan ada tiga sampai empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, karena berdasarkan Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu 2019, maksimal pemilih dalam satu TPS sebanyak 300 orang, dan tidak boleh lebih.

“Jadi, kalau di Lapas ini ada seribu warga binaan, maka akan ada empat TPS khusus. Karena, maksimal dalam satu TPS hanya 300 orang pemilih,” jelasnya.

Bahkan, Hendri menjelaskan akan melindungi hak pilih seluruh warga binaan di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau, kecuali warga binaan yang sedang dicabut hak politiknya atas putusan hukum yang sudah inkrach.

“Jadi, kita akan melindungi hak pilih seluruh warga binaan yang sudah memenuhi syarat untuk memilih,”ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Klas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan KPU Kota Lubuklinggau bersama KPU Sumsel.

“Mudah-mudahan seluruh warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya,” harapnya.

Diketahui, KPU masih membuka ruang untuk warga yang belum terdaftar, mereka akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) pemilu 2019. Masyarakat dapat mengetahui nama mereka sudah terdaftar atau belum di DPT, dalam Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang sudah dilakukan KPU. Karena, masyarakat bisa mengaksesnya dengan menuliskan nama, bila sudah terdaftar akan muncul lokasi memilih, mulai dari Kelurahan hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat memilih. Jadi, kalau belum terdaftar hendaknya segera melapor ke PPS, PPK atau KPU, dan proses pendaftaran sampai H-3 proses pemungutan suara yang akan dilakukan pada 17 April 2019. (aku)

Rekomendasi Berita