oleh

Jamhari Dituntut Hukuman Mati

CURUP – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eriyanto dan Nurdianti dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Curup, Senin (8/7) sekitar pukul 10.30 WIB, menuntut Jamhari Muslim (34) hukuman mati. Jamhari adalah terdakwa pembunuhan mantan istri bersama dua anaknya.

Menurut kedua JPU yang membacakan tuntutan setebal 98 halaman secara bergantian, Jamhari Muslim, melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, serta sengaja melakukan kekerasan terhadap anak mengakibatkan mati.

Sidang ini dipimpin Majelis Hakim Syarip didampingi Hakim Anggota Riswan Herafiansyah dan Hendri Sumardi. Sedangkan terdakwa didampingi Redo Exsan Advokat dari LBH Bhakti Unib.

Terpisah, Humas PN Curup, Riswan menjelaskan, dalam pembacaan surat tuntutan sebanyak 98 lembar dibacakan secara bergantian.

“Jaksa menuntut terdakwa Jamhari dengan hukuman mati karena menurut Jaksa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap anak mengakibatkan meninggal dunia,” papar Riswan.

Selanjutnya, sambung Riswan, untuk kepentingan nota pembelaan pledoi, sidang ditunda seminggu pada Senin (15/7).

Terpisah, Kuasa Hukum Terdakwa Jamhari, Redho Exsan advokat dari LBH Bhakti Unib, saat dikonfirmasi Linggau Pos, menjelaskan pihaknya akan melakukan pembelaan atau pledoi pada sidang berikutnya.

“Tuntutannya hukuman mati. Kami akan melakukan pembelaan atau pledoi, Senin depan,” katanya singkat.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdakwa Jamhari Muslim (33) warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur terjadi pada 12 Januari 2019 lalu.

Terdakwa diduga melakukan pembunuhan terhadap mantan istrinya dan dua anak tirinya di rumah korban, dekat simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur. Terdakwa berhasil ditangkap polisi, 14 Januari 2019 di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Tiga korban yakni Hasnatul Laili (35) yang kesehariannya berjualan pisang, dan dua anaknya yakni Meilan Miranda (16) pelajar MAN Curup dan adiknya Chyka Ramadani (10) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). (sam)

Rekomendasi Berita