oleh

Jambret Sepasang Kekasih, Dituntut 2 Tahun

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nada Hardika SH menuntut Doni Alpin (24) dua tahun penjara. Demikian terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Selasa(9/10).

Doni warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I dituntut seberat itu, karena melakukan penjambretan atau pencurian dengan pemberatan terhadap korban sepasang kekasih, Melsiana (22) dan Defri (22).

Sidang digelar ruang sidang Cakra dipimpin Hakim Ferdinaldo, SH MH, didampingi Hakim Hendri Agustian SH, MH dan Hakim Tatap Situngkir SH, dengan panitera pengganti Boy Hendra Kususma SH. Oleh JPU, terdakwa dinyatakan melanggar pasal 363 Ayat (1) ke 4 KUHP.

Setelah Nanda Hardika selesai membacakan tuntutannya, terdakwa memohon keringanan hukuman. Kemudian, majelis hakim menunda sidang hingga Selasa(16/10).

Berdasarkan surat dakwaan JPU saat dibacakan di ruang sidang, perbuatan yang menyeret terdakwa bermula, Senin 2 April 2018 pukul 09.30 WIB, Melsiana bersama teman prianya Defri hendak pergi ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Lubuklinggau.

Namun saat melintasi Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Defri melihat dari kaca spion, ada satu unit sepeda motor membuntutinya.

Kemudian terdakwa bersama temannya seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat tanpa Nopol langsung memepet motor korban dari sebelah kanan, dan langsung menarik tas yang disandang oleh Melsiana. Lalu Melsiana teriak, Jambret! Jambret! Tetapi terdakwa telah kabur.

Melihat terdakwa kabur, korban berusaha untuk mengejar ke arah Jalan Baru Gardu PLN. Namun saat terdakwa kabur, ia sempat melihat ke belakang, sehingga korban merasa melihat betul muka terdakwa.

Kemudian saat berada di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II tepatnya SMAN 7 Kota Lubuklinggau, korban melihat terdakwa, dan sempat menendang sepeda motor yang digunakan terdakwa sebanyak dua kali, namun tak mengenainya.

Melihat korban menendang motornya, terdakwa langsung membuang tas tersebut, dan korban langsung mengambil tasnya. Namun saat dilihat, isi tasnya sudah kosong, lalu korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Lubuklinggau Utara. Akibat ulah terdakwa, Melsiana mengalami kerugian Rp 5 Juta.(cw1)

Rekomendasi Berita