oleh

Jalan Poros Transmandala Belum Pernah Diaspal

MUSI RAWAS – Masyarakat Kecamatan Megang Sakti khususnya yang berdomisili di desa-desa terpencil. Seperti dari Desa Campur Sari menuju SP3 (Wilayah Transmandala) meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melanjutkan peningkatan. Karena sejak jalan poros tersebut dibuka pada puluhan tahun yang lalu, belum pernah disentuhkan aspal hitam. Hanya tersentuh oleh batu koral saja.

Warga Desa Campur Sari, Sunaryo (40) meminta agar jalan poros yang sudah dibangun itu, ditingkatkan oleh Pemkab Mura. Supaya dapat pula menunjang percepatan pembangunan desa-desa terpencil lainnya.

Menurutnya infrastruktur jalan mutlak sebagai penunjang proses pendidikan, mulai dari proses belajar, hingga mengajar. Namun sejauh ini dia melihat, jalan poros kecamatan sangat parah sehingga masih didambakan oleh banyak pihak.

“Pasalnya, antara infrastruktur jalan dan pendidikan sama-sama penting. Percuma jika sekolahnya bagus namun aksesnya jalannya tidak bagus, begitu pula sebaliknya. Jalan yang rusak memang harus diperbaiki, karena ini termasuk kebutuhan dasar,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan M Nazli warga SP 3, ia meminta Pemkab terus mengoptimalkan pembangunan jalan poros dari desa Campur Sari menuju SP 3 Transmandala.

“Kita berharap jalan poros ini segera ditingkatkan untuk difungsikan, karena sangat besar manfaatnya bagi masyarakat desa seperti desa kami ini, paling tidak taraf ekonomi masyarakat akan meningkat secara perlahan, karena jalan merupakan urat nadi ekonomi,” ujar Nazli dengan nada marah.

Terpisah, seorang anggota perangkat desa di SP 3 Transmandala, Sai (39) meminta kepada pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan tersebut, supaya kegiatan perekonomian warganya tidak terganggu.

Jalan tersebut juga merupakan penghubung beberapa desa lainnya. Hingga tembus menuju Kabupaten Muratara, namun kondisinya dibiarkan rusak parah. Ketika hujan tak jarang pengendara sepeda motor yang terjatuh karena jalan seperti kubangan kerbau.

“Sudah seringkali warga mengadu kepada kami, mengeluhkan kondisi jalan yang susah dilalui ini,” kata Sai.

Dirinya juga sangat mengharapkan perbaikan jalan poros, karena jalan poros desa tersebut merupakan akses utama warga sekitar.

“Adapun penyebab kerusakannya selain kurang penanganan dari pemerintah, banyaknya mobil yang bermuatan berat lewat jalan tersebut, menjadi pemicu kerusakan jalan,” jelasnya. (dlt)

Rekomendasi Berita