oleh

Jalan Menuju Desa Pauh Rusak Parah

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Musim penghujan, akses jalan menuju tiga desa di Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memprihatinkan. Yakni menuju Desa Batu Kucing, Desa Pauh dan Desa Pauh I. Jalan menuju tiga desa ini sulit dilalui, karena rusak parah.

Akibat jalan yang masih alami berupa tanah kuning membuat aktivitas masyarakat yang ingin keluar maupun masuk desa terganggu. Bahkan, kendaraan roda dua maupun roda empat pun amat sulit melalui medan tersebut.

Dari pengalaman warga setempat yang melintasi jalan ini, sopir travel tujuan Kota Lubuklinggau menuju Desa Pauh pernah penumpangnya terpaksa tidur di jalan. Sebab tidak bisa meneruskan perjalanan untuk sampai ke Desa Pauh dikarenakan jalan yang tidak bisa dilalui.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh warga Desa Pauh I, Kurnia (27), di mana menurutnya semestinya permasalahan akses jalan tersebut sudah dari dulu. Hingga sekarang masih dialami dan dikeluhkan oleh masyarakat khususnya Desa Pauh dan Pauh I.

Dan selalu menjadi ‘Pekerjaan Rumah (PR)’ dari tahun ke tahunnya bagi pemerintah dan juga para anggota legislatif asal Kecamatan Rawas Ilir. Karena dari jaman dulu hingga sekarang belum ada perubahan alias masih saja jalan alami tanah kuning.

“Masalah ini sampai sekarang menjadi PR yang tidak selesai-selesai baik bagi Pemkab Muratara maupun para anggota DPRD khususnya yang terpilih dari Dapil sini. Sejak masih bergabung dengan Kabupaten Musi Rawas begitu juga sudah menjadi Daerah Otomomi Baru, tidak ada peningkatan. Masih berlumpur,” bebernya.

Tentu, dengan kondisi jalan seperti ini, akan melumpuhkan perekonomian masyarakat dan berdampak pada kenaikan harga barang-barang khususnya kebutuhan pokok.

“Untuk itulah kami berharap kepada pemerintah dan DRPD agar tahun 2018 ini dapat memprioritaskan pembangunan jalan menuju Desa Pauh, karena jangan hanya dijadikan jualan kampanye saja baik oleh eksekutif maupun legislatif,” tegasnya.

Senada disampaikan oleh, supir travel Pauh-Lubuklinggau, Aliseman (45), jika memasuki musim hujan akses jalan menuju desa Pauh sangatlah jelek. Pasalnya ketika hujan itu lama, kami dari desa Pauh tidak bisa keluar desa dan begitu juga sebaliknya ketika dari Lubuklinggau tidak bisa sampai pulang ke Desa Pauh.

“Saya pernah membawa penumpang dari Lubuklinggau ingin ke desa Pauh karena hujan, dengan terpaksa harus menghentikan perjalanan dan tidur dijalan karena tidak bisa melanjutkan perjalanan diakibatkan jalan yang rusak parah. Sebab tidak bisa dilalui oleh kendaraan,” ungkapnya, kemarin.

Dijelaskannya, kerusakan jalan itu sudah lama sekali, sejak masih bergabung dengan kabupaten induk dan sampai sekarang sudah menjadi Kabupaten. Namun sayangnya akses jalan kami masih jelek dan terkadang merasa iri melihat akses jalan tempat lain yang sudah bagus,sedangkan akses jalan ke Pauh masih berlumpur.

“Jujur bae kami meraso iri dengan daerah lain, karena kondisi jalannyo yang sudah bagus. Sedangkan untuk jalan ke desa kami masih alami alias tanah kuning. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka kalau musim penghujan harus berlumpur,” keluh Aliseman.(07)

Komentar

Rekomendasi Berita