oleh

Jajan Dilarang Pakai Plastik

LINGGAU POS ONLINE, PELITA – Baru-baru ini SMA Negeri 1 Lubuklinggau meresmikan Kantin Sehat Smansa. Kantin yang berukuran 20×15 meter ini dibangun oleh alumni. Tujuannya mendukung percepatan Sekolah Adiwiyata Mandiri ini menjadi Sekolah Adiwiyata Asean.

Hal ini dibenarkan Kepala SMA Negeri 1 Lubuklinggau, Zulkarnain, Jumat (1/12).

Ia menjelaskan, Kantin Sehat Smansa dibangun untuk memberikan tempat representatif bagi siswa-siswi dan guru untuk makan dan minum ketika istirahat.

“Aturan paling awal yang kami sampaikan, delapan pedagang di kantin ini hanya diperkenankan melayani pembeli saat jam istirahat. Selain itu, tidak boleh,” tegas Zulkarnain.

Selain itu, tidak diperkenankan memperjualbelikan makanan dan minuman berbungkus plastik. Jadi siswa-siswi yang ingin minum dan makan, bisa memakai piring dan gelas punya pedagang di kantin, atau bawa alat makan sendiri dari rumah.

Langkah tersebut sebagai upaya untuk membudayakan hidup sehat dan bersih pada siswa mulai dari lingkungan sekolah. Termasuk sebagai bentuk partisipasi sekolah kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau agar meraih penghargaan Adipura 2018.

“Kantin sehat ini bertujuan agar kami terbiasa mengurangi konsumsi makanan kemasan. Makanan yang dijual makanan tradisional yang murah meriah dan sehat. Selain itu, upaya ini juga demi mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah,” jelas Zulkarnain.

Mengenai tingkat kesehatan makanan di kantin, Zulkarnain memastikan itu telah dicek oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau.

“Pengecekannya berkala. Jadi kualitas panganan dan minumannya terjamin,” imbuh Zulkarnain.

Aturan tersebut, ternyata tak hanya berlaku untuk siswa. Namun juga guru. Bagi siswa dan guru yang tidak mengindahkan peraturan ini akan mendapat teguran, tetapi dengan cara yang persuasif.

“Diharapkan kebiasaan ini juga diterapkan di lingkungan mereka di luar sekolah,” jelasnya.

Di sekolah yang terletak di Jl Pelita, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I ini pun tampak begitu asri dan hijau. Di beberapa sudut sekolah tumbuh berbagai pohon peneduh, tanaman obat keluarga (toga), bahkan beragam sayuran segar, seperti sawi, seledri, bayam, dan selada yang ditanam dengan teknik hidroponik di depan kelas.

Tahapan menuju sekolah Adiwiyata ASEAN tidak hanya pada penerapan kantin sehat, tetapi juga pada setiap mata pelajaran harus berintegrasi dengan lingkungan. Dan semua itu sudah dilaksanakan SMAN 1 Lubuklinggau.

Minda (15) seorang siswi kelas X yang tengah santap siang di Kantin Sehat Smansa ini mengaku sudah terbiasa dengan aturan yang diterapkan sekolah.

“Biaso kami yuk. Kalau di sekolah bawa wadah makan dewek. Ini sudah sejak aku masuk. Lamo-lamo terbiaso. Jadi sekolah dak banyak sampah,” tuturnya.

Siswi berhijab itu mengaku mendukung penuh aturan yang diterapkan di sekolah. Bahkan, ia jadi rutin membawa bekal. Untuk dimakan di kantin bersama teman-teman.

“Kalau dang dak nak cepet-cepet yo bawak makanan. Kalau nak cepet bawak wadah kosong bae. Terus beli di kantin. Ini lebih praktis dan bersih,” jelasnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita