oleh

Jadi Santri Itu Banyak Nilai Lebihnya

Pondok Pesantren, Pendidikan Paling Ideal

Selain mendapatkan ilmu agama, ciri khas pembelajaran di pesantren juga membentuk karakter santri yang mencintai Tanah Air dan menguatkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan.

Laporan Sulis, Air Kuti

KEBERADAAN Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Lubuklinggau, khususnya Ponpes Modern Ar-Risalah berkontribusi besar mencetak bangsa yang beragama, berakhlak dan bermoral.

“Belajar di pesantren itu banyak kelebihannya. Bagaimanapun banyak orang-orang besar yang lahir dari pesantren,” jelas Pimpinan Pesantren Modern Ar Risalah, H Moh Atiq Fahmi, kemarin.

Ia menegaskan, semua kurikulum Ponpes itu mengacu pada keputusan pemerintah guna meningkatkan keilmuan agama dan cinta tanah air. Jadi seluruh ponpes yang ada dikelola oleh masyarakat dengan menggunakan kurikulum Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional.

Menurut Fahmi, masyarakat sekarang sudah cukup cerdas, cukup dewasa, apalagi jika pesantren itu sifatnya terbuka, apa yang diajarkan bisa dilihat, kemanfaatannya juga tampak. Masyarakat tidak akan mudah berpikir aneh tentang pesantren.

Pesantren yang terletak di Jalan Lapter, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I itu memang telah membuktikan bagaimana pesantren modern yang sesungguhnya. Kini ada 420 santri yang mondok dan menimba ilmu bersama ustadz/ustadzah profesional. Pesantren Ar-Risalah juga menaungi SD Islam Qurani yang kini mendidik 69 murid. Bahkan juga menaungi PAUD Unggulan Ar-Risalah dengan 70 anak didik.

Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan ketika anak masuk pesantren ada beberapa nilai plus yang bisa didapat si anak. Karena sekolah, lingkungan, dan keluarganya senantiasa mendukung mengarahkan kehidupan si anak pada hal-hal kebajikan.

“Istilahnya pendidikan di pesantren itu contoh pendidikan yang paling ideal. Karena nilai-nilai karakter tanpa harus dikurikulumkan, ada toleransi, jujur, tanggung jawab, kerja sama, sehingga anak-anak dididik untuk mandiri . Jadi ada lima jiwa pendidikan Ponpes yang terus dibangun dalam keseharian, di antaranya keikhlasan, jiwa berdikari, jiwa berpengetahuan luas, dan kebebasannya, Ukhuwah Islamiyah,” jelas Alumni Al-Ahqaaf University ini.

Iayakin semua pesantren di Kota Lubuklinggau memiliki misi besar yaitu mengajarkan Islam Rahmatan Lil’alamiin, budi pekerti luhur, jiwa patriotisme tinggi, keimanan yang kokoh. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita