oleh

Jadi Pelajar Mandiri dengan Nge-Grab

Hai Para sahabat Smarters…
Ketemu lagi nih pada weekend kali ini he… Masih ceria dan semangat kan?

Oh ya pada usia kita yang masih pelajar ini atau usia produktif kalian bekerja nggak sih? Setelah pulang sekolah maksudnya untuk menambah uang jajan kalian, agar nggak membebankan orang tua, eh tapi ingat ya guys pekerjaan yang halal dong tentunya. Biasanya kalau seumuran kita ini biasanya kerja apa ya… Oh ya guys saya pernah nih mesen makanan melalui Grabfood dan drive-nya masih pelajar nah sepertinya pas banget nih pada pembahasan kita minggu ini, lalu apa ya tanggapan guru mengenai pelajar yang nge-Grab, dampaknya apa ya? Terganggu nggak nih sama sekolahnya? Yuks guys kita simak.

Reki Renaldo, siswa SMAN 5 Model Lubuklinggau, yang nge-Grab mengaku tidak masalah yang penting tidak membebankan orang tua.

Sebelumnya, apa sih Grab itu? Menurut mbah ‘Google’ Grab (sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi) merupakan salah satu platform O2O yang bermarkas di Singapura dan paling sering digunakan di Asia Tenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para pelanggan termasuk perjalanan, pesan antar makanan, pengiriman barang dan pembayaran menggunakan dompet digital.

Kenapa ingin nge-Grab?

“Saya nge-Grab bukan karena faktor ekonomi, paksaan, atau lainnya, melainkan saya nge-Grab ini kemauan diri saya sendiri. Karena saya ingin belajar menjadi mandiri, awal mula saya ingin nge-Grab lalu saya meminjam akun Grab milik temen saya,” tegas Reki Renaldo, siswa SMAN 5 Model Lubuklinggau.

Apa persyaratan menjadi komunitas Grab?

“Persyaratan menjadi komunitas Grab memiliki SIM, KTP, Motor 2009 ke atas, kendaraan lengkap dan pajak hidup, serta ada SKCK. Oh ya saya nge-Grab pakai akun kakak saya karena saya belum memiliki SIM dan KTP,” jelasnya.

Dari pukul berapa sampai pukul berapa nge-Grab nya?

“Pukul 15.00 WIB-21.00 WIB,” ungkapnya.

Biasanya hari apa aja nge-Grab-nya?

“Mulai Senin-Kamis, nggak setiap hari karena belajar juga perlu karena belajar nomor satu bagi saya,” ungkapnya lagi.

Lalu gimana dengan tugas dari sekolah ?

“Tugas dari sekolah selalu diselesaikan sesudah salat magrib mengerjakannya,” ungkap siswa yang gak mau membebani orang tuanya ini.

Terganggu nggak sama sekolah nya?

“Alhamdulillah nggak, karena sebisa kita untuk membagikan waktu antara sekolah dan pekerjaan,” jelasnya.

Satu hari bisa mendapatkan uang berapa?

“Kalau itu tergantung kita dapat orderannya kalau orderan kita banyak, banyak pula kita dapatnya. Kalau sedikit ya sama tahu aja sekitar 30k atau 50k (k=ribu), terkadang nggak dapat sama sekali,” ungkapnya.

Uang hasil nge-Grab digunakan untuk apa?

“Uang hasil Grab-nya saya beli sesuatu yang saya inginkan seperti untuk motor kesayangan saya,” ujarnya.

Menurut mu apa manfaat nge-Grab bagi seorang pelajar?

“Manfaatnya saya bisa terhindar dari pergaulan bebas dan bisa mencari pengalaman kerja sebagai pelajar, serta juga bisa meringankan beban orang tua,” tegasnya.

Apa yang dirasakan selama nge-Grab?

“Yang saya rasakan, saya merasa senang dan nyaman selama saya nge-Grab, dan saya juga pernah kena tipu dengan modus OVO dan itu uang pertama saya nge-Grab habis ludes diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, pernah juga waktu makanan sudah dibeli tapi yang order nomornya nggak bisa dihubungi sama sekali,” jelasnya.

Jika lagi nge-Grab terus ada tugas sekolah dadakan gimana tu?

“Kalau ada tugas sekolah dadakan ya saya harus kerjakan, Grab-nya saya tinggalkan atau saya off selama saya masih mengerjakan tugas,” tambahannya.

Bagaimana tanggapan temanmu mengenai kamu nge-Grab?

“Temen saya senang melihat saya sudah bisa mandiri, dan juga beberapa guru saya juga sudah tahu bahwa saya nge-Grab. Saya tidak malu karena uang yang saya hasilkan halal,” tutupnya.

Sedangkan, Dian Purnama S.Pd, salah seorang guru SMAN 3 Model Lubuklinggau, yang menanggapi pelajar yang nge-Grab.

Apa sih tanggapannya mengenai pelajar yang nge-Grab ?

“Tidak masalah asal ada SIM sama bisa membagikan waktu antara sekolah dan pekerjaan, karena bukan apa mereka yang kerja itu tanda anak muda yang mau kerja keras bukan sekedar menghabisi uang orang tua dan berfoya-foya tapi sekolah tetap yang di nomor satukan,” jelasnya. (s4)

Rekomendasi Berita