oleh

Ivan Kolev Resmi Jadi Juru Taktik Macan Kemayoran

JAKARTA – Setelah menanti cukup lama setelah ditinggal Stefano Cugura alias Teco pada awal Januari lalu, sang juara kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2018, Persija Jakarta akhirnya secara resmi mengumumkan pelatih baru tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Sang juru taktik yang akan menangani Ismed Sofyan dan kawan-kawan pada musim selanjutnya itu adalah nama yang sebelumnya sudah digadang-gadang. Ya, ia adalah Ivan Kolev.

Meski kabar Ivan Kolev akan menangani Persija sudah berhembus sejak pekan lalu, namun baru hari ini, Selasa (15/1) secara resmi manajemen klub kebanggaan masyarakat Ibu Kota itu mengumumkannya.

Seperti keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (15/1) kemarin, pelatih asal Bulgaria ini mendapatkan kontrak setahun untuk menggantikan sosok Stefano Cugurra yang memilih mengundurkan diri setelah memberikan tiga gelar musim lalu. Penandatangan kontrak itu juga sudah dilakukan di mes Persija yang terletak di Kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Seperti sebelumnya, Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade juga saat ini mengatakan hal yang sama mengenai alasan penunjukan Ivan Kolev sebagai arsitek Persija.

Tak lain dan tak bukan, Gede mejelaskan penunjukkan Kolev untuk menangani Persija di musim mendatang lantaran dari rekam jejak yang dimiliki pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Coba baca track record-nya. Ia (Kolev) sudah mengenal kultur sepakbola Indonesia dengan baik. Disamping itu ia juga tidak terkendala masalah komunikasi dengan pemain, tutur Gede, Selasa (15/1) kemarin.

Ya, Kolev memang bukan wajah asing bagi Persija. Pasalnya di klub Persija inilah karier kepelatihannya di Indonesia dimulai. Bahkan, pada saat itu Kolev mampu membawa Persija menembus semifinal Liga Indonesia 1999, meski akhirnya harus terhenti usai dikalahkan PSIS Semarang.

Di musim berikutnya, Ivan Kolev juga berhasil membawa Persija melangkah ke babak semifinal. Namun, lagi-lagi langkahnya harus terhenti di setelah di babak empat besar itu Persija dikalahkan oleh PSM Makassar yang akhirnya menjadi juara.

Setelah dua tahun menjalani pertandingan panjang bersama Persija, Kolev akhirnya kembali ke Bulgaria setelah diminta untuk menangani Timnas Bulgaria U-19. Namun, dua tahun kemudian, pria berambut putih itu, kembali lagi ke Tanah Air.

Namun, kembalinya Kolev ke Indonesia bukanlah untuk menangani klub-klub lokal di Tanah air, melainkan untuk menjadi arsitek di Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2002, ketika itu masih bernama Piala Tiger.

Pada kesempatan itu, Kolev nyaris membawa Timnas Indonesia meraih gelar perdana di ajang Piala Tiger keempat tersebut. Namun sayang, di laga puncak, impian tersebut buyar karena Bambang Pamungkas dkk kalah dari Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 2-4.

Di Tahun 2004 Kolev sempat menganani Timnas Myanmar, sebelumnya akhirnya ia kembali menangani klub-klub di Indonesia. Sekembalinya ke Indonesia dari Myanmar, Kolev menangani Mitra Kukar di tahun 2006.

Semusim di Mitra Kukar, pelatih berusia 61 tahun itu langsung menangani Persipura Jayapura, sebelum akhirnya kembali menangani Timnas Indonesia di di tahun 2007.

Setelah itu, Kolev kembali diminta untuk menangani Timnas Bulgaria U-21 di tahun 2008-2009. Sebelum akhirnya, ia kembali ke Indonesia menangani Sriwijaya FC (2010-2011).

Kolev sempat menangani timnas Myanmar pada 2004-2005 sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan menangani sejumlah klub seperti Mitra Kukar (2006), Persipura Jayapura (2007), dan Sriwijaya FC (2010-2011). Namun, ia masih belum sukses mempersembahkan gelar di tiga klub tersebut.

“Manajemen mengetahui bagaimaca cara melatih Kolev. Misalnya Kolev sangat dekat dengan pemain. Ia memperlakukan pemain seperti anaknya. Dia mampu menganyomi pemain ditambah lagi Kolev bukan sosok baru di Persija karena pernah menangani tim ini sebelumnya,” sambungnya Gede.

Pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 tersebut sempat bikin kejutan dengan menerima tawaran melatih PS TIRA di Liga 1 2018. Sayangnya, Kolev didepak di tengah jalan karena dianggap gagal mendongkrak performa tim.

Menanggapi hal itu, Gede mengaku bahwa hal tersebut bukanlah acuan pihaknya untuk tidak mendatangkan Kolev. Menurutnya, pada saat itu, Kolev di pecat PS TIRA setelah mantan klubnya itu terjerembab di peringkat ke-15 saat kompetisi menyisakan sepuluh pertandingan. Gede mengaku bahwa sebelum itu terjadi, Kolev memiliki rapor yang cukup baik sebagai pelatih.

“Terkait hasil minor di klub sebelumnya saya rasa hanya terkendala adaptasi saja. Ia tidak diberikan banyak waktu, nah sekarang ini di Persija juga masih banyak waktu terutama di Liga 1. Mengingat Liga 1 kemungkinan akan bergulir selepas pemilu, banyak waktu tentunya untuk Kolev meramu tim,” papar Gede.

Sementara itu, Kolev sendiri mengaku senang bisa kembali mendapat kepercayaan dan kesempatan menahkodai klub kebanggaan Jakmania tersebut. Apalagi, Persija merupakan tim pertama yang ia latih di Indonesia.

“Rasanya senang sekali ya. Kalian tahu Persija tim pertama saya di Indonesia dan Persija selalu di hati saya. Kalau saya lihat Persija, selalu saya senang,” tutur Kolev, Selasa (15/1) kemarin.

Lebih lanjut, Kolev mengaku aka berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjaga level tim Persija yang baru saja menjadi jaura Liga 1 Indonesia musim 2018, lalu.

“Yang pertama kita harus jaga level tim ya. Tim ini tim juara indonesia. Saya menghargai itu dan saya harus coba jaga level ini, ya kalau bisa perbaiki bagus, tapi yang penting kita jaga level ini,” terangnya.

Bersama Persija yang akan terjun ke kancah Asia babak kualfikasi Asian Champions League (ACL) 2019, Kolev nantinya akan dibantu oleh staf pelatih yang sebelumnya telh bekerjasama dengan Teco, seperti Mustaqim yang merupakan mantan pelatih, Ahmad Fauzi sebagai pelatih kiper, juga San San Susanpur sebagai pelatih fisik. (gie/fin/wsa)

Bio Data Ivan Kolev
Nama lengkap: Ivan Venkov Kolev
Panggilan: Ivan Kolev
Tanggal lahir: 14 Juli 1957
Usia: 61 Tahun
Tempat lahir: Sofia, Bulgaria

Karir Kepelatihan:
1982-1987 Levski FC (Bulgaria)
1987-1992 Iskar FC (Bulgaria)
1993-1994 Slavia FC (Bulgaria)
1995-1996 Punav Ruse FC (Bulgaria)
1996-1997 Kremnikevci FC (Bulgaria)
1997-1998 Bulgaria U-19 (ast.)
1998 Bulgaria U-19
1999 Persija Jakarta
2000-2002 Bulgaria U-20
2002-2004 Timnas Indonesia
2004-2005 Timnas Myanmar
2006 Mitra Kukar
2007 Persipura Jayapura
2007 Timnas Indonesia
2008 – 2009 Timnas Bulgaria U-21
2010 – 2011 Sriwijaya FC
2012 – 2013 Yangon United (Myanmar)
2014 – 2015 Slavia Sofia (Bulgaria)
2018 PS Tira

Rekomendasi Berita