oleh

Istri Stroke, Rumah Habis Dilalap Api

LINGGAU POS ONLINE, CEREME TABA – Sudah jatuh tertimpa tangga. Pribahasa inilah yang menggambarkan kehidupan Karyono (57) saat ini. Tak hanya tengah dibuat sedih oleh sang istri yang sedang mengidap stroke. Rumah dan pabrik kerupuk jangek milik bapak yang akrab dipanggil Ori itu ludes dilalap ‘si jago merah’, Minggu (12/11) pukul 09.00 WIB.

Peristiwa kebakaran kediaman Karyono itu menggegerkan warga yang tinggal di sekitar rumahnya, RT 07, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Menurut Ketua RT 07, Sukarman (57) kobaran api pertama terlihat di pabrik pembuatan kerupuk milik Ori. Pabrik itu berdempetan dengan rumah yang didiami Ori.

Menurutnya, diduga kebakaran berasal dari api sisa untuk penggorengan kerupuk di pabrik. Di lokasi juga ada jeriken minyak tanah yang berada di dapur rumah korban.

Beruntung, pada saat kejadian tidak ada korban jiwa, namun semua barang habis dilalap api. Warga sekitar berusaha membantu pemadaman menggunakan piranti seadanya. Ada juga yang membantu mengeluarkan barang-barang di dalam rumah.

Saat kejadian itu, lima anggota keluarga masih di dalam rumah. Karyono dalam keadaan demam, Juariah sakit stroke, seorang anak gadis Desi (23), dan dua cucu Ori yakni Davit (9) dan Lili (7).

Warga berusaha membantu korban untuk segera diselamatkan dari kobaran api tersebut.

Sukarman menjelaskan, Karyono dan istri menjalankan usaha kerupuknya sudah 30 tahun dan memang masih menggunakan kayu bakar untuk menggoreng.

“Selama ini tidak masalah, sekalipun menggunakan kayu bakar. Ini ujian sebenarnya,” terang Sukarman.

Masih di lokasi kejadian, Rudi seorang warga Kelurahan Cereme Taba mengaku kaget.

“Saat kejadian memang tetangga banyak yang sedang kondangan. Jadi memang sepi. Beruntung korban dapat keluar dari kepungan api, sebab waktu kejadian warga di sini banyak yang kondangan tempat tetangga,” jelas Rudi.

Feri keponakan Karyono memastikan, dirinya belum tahu penyebab kejadian yang sebenarnya.

“Tiba-tiba kami melihat dari belakang (Pabrik) pembuatan kerupuk sudah ada asap yang mengepul saat keluar rumah bahwa rumah paman terbakar di bagian belakang,” kata Feri.

Menurut Feri, pamannya itu tak punya usaha lain selain membuat kerupuk. Untuk menjalankan usahanya, Karyono dibantu lima karyawan. Setiap hari, operasional yang dilakukan pagi hingga petang.

“Setiap Minggu tidak melakukan pembuatan kerupuk (libur). Diduga api itu berasal dari pembuatan ataupun penggorengan kerupuk tadi malam. Hari-hari biasa paman buat kerupuk, Senin hingga Sabtu, kalau pagi buat kerupuk dan merebus, siang dijemur dan untuk goreng sore hari hingga keesokan harinya,” ucap Karyono.

Dari pantauan Linggau Pos, api memang belum sempat merembet ke pemukiman padat penduduk sekitar lokasi kebakaran.

Sekalipun begitu, Feri memaparkan, akibat kejadian ini pamannya mengalami kerugian sekitar ratusan juta baik dari bangunan rumah hingga perabotan rumah tangga.

“Yang bisa diselamatkan hanya satu unit TV dan satu unit Motor Honda Beat serta pakaian di tubuh. Setelah kejadian, mungkin paman tinggal sementara di rumah keluarga di Kelurahan Cereme Taba,” tutupnya. (19/16)

Komentar

Rekomendasi Berita