oleh

Islam Jadi Energi Penggerak Luar Biasa

Ratusan Jemaah Ngaji Bareng Gus Mus

Kesempatan berharga tadi malam, dimanfaatkan maksimal oleh ratusan jemaah untuk Ngaji Bareng KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus.

Laporan Daulat, Taba Jemekeh

KURSI-kursi di dalam tenda seluas 50 meter di Kompleks Pesantren Al-Furqon dipadati para santri, dan jemaah, Selasa (16/1) malam.

Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD Lubuklinggau Rodi Wijaya, Sekda Lubuklinggau H Rahman Sani, Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Hadi Sutrianto, dan para masyarakat hadir dalam momen berharga itu.

Mereka berniat untuk mengikuti kajian bertema ‘Indahnya Islam Nusantara’ ini.

Soundsystem yang dipasang khusus, membantu suara sang pembaca ayat suci Alquran, KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus (66 tahun), sehingga terdengar jelas dari luar komplek, bahkan hingga di jalan.

Demikian petikan-petikan yang dikemukakan Gus Mus dalam pengajian.

Gus Mus mengatakan, ia sangat bahagia atas sambutan kedatangannya di Kota Lubuklinggau ini.

“Saya sangat senang sekali, masyarakat di sini semuanya ramah-ramah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Ia menceritakan sejarah Islam di Nusantara yang dibawa oleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M, menimbulkan suatu energi penggerak yang luar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia.

“Islam merupakan gerakan raksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya,” katanya Gus Mus.

Dalam kajian ilmu sejarah, tentang masuknya Islam di Indonesia kerap diperdebatkan. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan lebih dahulu.

“Seminar masuknya Islam di Indonesia (di Aceh), sebagian dasar adalah catatan perjalanan Al Mas’udi, yang menyatakan bahwa pada tahun 675 M, terdapat utusan dari raja Arab Muslim yang berkunjung ke Kalingga. Pada tahun 648 diterangkan telah ada bangsa Arab Muslim di pantai timur Sumatera,”terangnya

Sementara Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan, ia menyambut antusias atas kedatangan KH A. Musthofa Bisri ini.

“Lubuklinggau memiliki komunitas muslim yang cukup besar, terlebih dengan kehadiran sosok beliau Gus Mus ini,” ungkapnya.

Ia berharap, tokoh agama dan masyarakat agar terus menjaga kondusifitas Kota Lubuklinggau yang selama ini dilakukan.

“Persatuan yang kuat serta keharmonisan yang terjaga adalah modal kita bersama untuk memajukan Kota Lubuklinggau, serta menjadi lebih baik dan lebih hebat lagi,” harapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Al-Furqon Lubuklinggau, Ust H Ahmad Wahyudin mengatakan, sangat senang sekali atas kedatangan KH A. Musthofa Bisri.

“Kedatangan KH A. Musthofa Bisri ini, begitu hal terbesar bagi kita semua, karena baru pertama kali inilah kita kedatangan KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus ke Lubuklinggau,”ucapnya.

Maksud kedatangan Gus Mus, kata H Ahmad Wahyudin tak lain untuk bersilaturahmi karena memang telah lama direncanakan.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita