oleh

Isco, Solari dan Masa Depannya di Madrid

MADRID – Semenjak ditunjuk menggantikan Julen Lopetegui, manajer baru Real Madrid Santiago Solari dinilai jarang memberikan kesempatan gelandang serang mereka, Isco, bermain lebih banyak. Isco lebih sering menjadi langganan bangku cadangan.

Ada yang berpsekulasi jika keadaan ini, nantinya akan mendorong pemain bernama lengkap Francisco Roman Alarcon itu, untuk hengkang meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut.

Beberapa klub Inggris, bahkan hingga rival abadi Real Madrid, Barcelona juga diisukan akan menjadi pelabuhan berikutnya pemain bernomor punggung 22 itu jika memang dirinya tidak lagi dibutuhkan juara 22 kali kompetisi LaLiga itu.

Melihat kondisi yang terus berlarut-larut ini, Isco pun akhirnya angkat bicara. Marca, Kamis (3/1) sore melansir, jika pemain berusia 26 tahun itu, sama sekali tidak punya keinginan untuk meninggalkan klub terkaya nomor dua dunia itu.

Para petinggi klub juara bertahan Liga Champions itu juga dikabarkan tidak menginginkan permasalahan ini menjadi terlalu berlarut-larut, sementara Solari sendiri juga menyadari bahwa dirinya harus mulai lebih sering memainkan, pemain yang turut berkontribusi terhadap tiga gelar berturut Liga Champions itu.

Menurut Marca, baik Presiden Real Madrid Florentino Perez dan Santiago Solari, tidak menginginkan adanya konflik di balik layar, terlebih di saat salah satu kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu, telah memasuk paruh kedua musim ini dan diwarnai oleh cedera beberapa pemain.

“Setiap pemain di Madrid harus punya komitmen, dedikasi dan tetap berjuang dengan harapan serta suka cita. Hal ini penting bagi kami. Isco telah banyak berperan bagi klub, dan ia harus tetap terus melakukannya,” kata Solari dalam persiapannya menyambut Madrid vs Villareal.

“Dia adalah pemain hebat dan berhubung Madrid tengah kehilangan Marcos Llorente, Javi Sanchez dan Marioano (akibat cedera) kami akan membutuhkan semua pemain yang siap,” tambahnya.

Selain mempertahankan posisi empat besar mereka di LaLiga, target mempertahankan gelar Liga Champions keempat mereka terbilang berat, sepeninggal manajer fenomenal mereka Zinedine Zidane dan mantan pemain mega bintang mereka Cristiano Ronaldo, yang memutuskan hengkang dari klub di pertengahan tahun lalu.

Kendati demikian, bagi Pasukan Putih, Liga Champions adalah target yang masih terbilang realistis untuk dikejar, meski harus diakui bahwa juara Liga Champions tiga kali berturut-turut itu, tidak lagi setajam Madrid di era Zidane dan Ronaldo.

Di era kegalauan Madrid, Los Blancos hanya mampu mencetak 24 gol dari 16 laga yang telah mereka jalani sejauh ini. Itu berarti Gareth Bale, Asensio dan Benzema yang digadang-gadang bakal menjadi mesin gol Madrid pengganti Ronaldo, gagal memenuhi ekspektasi banyak pihak.(ruf/fin/wsa)

Rekomendasi Berita