oleh

Ipung Tak Bisa Gunakan WA

LINGGAU POS ONLINE – Polisi terus mendalami kasus pembunuhan Muhammad Effendi alias Ipung Salon (58). Dari delapan saksi yang diperiksa Penyidik Polres Lubuklinggau mendapat informasi bahwa almarhum Ipung tidak bisa menggunakan WhatsApp (WA) maupun SMS.

Selama para saksi berkomunikasi dengan korban, selalu langsung via telepon.

“Almarhum Ipung termasuk orang yang tidak bisa menggunakan WA atau SMS. Dari keterangan pegawai korban, kalau ada sesuatu yang akan disampaikan, harus langsung telepon, karena kalau via pesan tidak akan dibalas oleh korban,” jelas salah seorang penyidik kepada Linggau Pos, Senin (26/8).

Hal itu terjadi karena Ipung sudah lansia. Usianya sudah 58 tahun lebih. Sampai saat ini, polisi masih mendalami siapa sebenarnya tersangka pembunuhan warga RT 11, Kelurahan Taba Jemekeh, Kota Lubuklinggau itu.

Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain menginformasikan polisi terus melakukan penyelidikan baik lokasi rumah almarhum Ipung maupun mengecek Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar rumah Ipung. Termasuk memeriksa orang-orang yang kerap berinteraksi dengan almarhum.

“Kami akan maksimal untuk pencarian tersangkanya,” katanya.

Bahkan Zulkarnain menegaskan, untuk saat ini polisi masih membutuhkan waktu untuk mendalami, dan fokus dalam pencarian tersangka.

“Untuk dugaan tersangka berapa banyak, kami fokus ke pencarian tersangka, setelah berhasil diungkap baru bisa dikembangkan apa tersangkanya pelaku utama yang melakukan lebih dari satu orang atau hanya sendirian,” tegasnya.

Sementara Ketua RT II, Kelurahan Taba Jemekeh, Muksin Amin mengatakan bertepatan dengan tiga hari meninggalnya Ipung, anaknya pertama yang bernama Firdaus dan anak kedua Pipit beserta suaminya sudah menggelar Yasinan, Senin (25/8) malam. Mereka mengundang warga sekitar. Yasinan dilakukan di lantai bawah rumah korban Salon Ipung.

Saat ini, Putra Ipung yakni Firdaus masih menunggu di rumah. Sementara Pipit dan suaminya sudah kembali ke Palembang, kemarin pagi. Mukhsin melihat wajah kedua anak Ipung tampak sedih.

Seperti diketahui sebelumnya, Ipung yang bernama asli Muhammad Effendi ditemukan tewas di rumahnya yang merangkap salon, Jumat (23/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Di tubuhnya ditemukan delapan luka tusuk, serta tiga berkas tumbukan benda keras di kepalanya hingga menjadi luka robek memanjang sekitar 7 cm.(yan/adi)

 

Rekomendasi Berita