oleh

Intoleransi Agama Picu Perpecahan

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Bupati Lahat, H Aswari Riva’i mengapresiasi toleransi antar umat beragama di ‘Bumi Seganti Setungguan’ yang selama ini sudah berjalan dengan baik, di tengah perbedaan yang ada. Kondisi yang demikian ini patut dipertahankan. Mengingat, kerukunan antar umat beragama salah satu syarat mutlak terciptanya situasi yang kondusif dalam berbangsa dan bernegara.

“Ingat, sudah banyak contoh, di mana intoleransi antar umat beragama hanya akan memicu perpecahan,” sampai Aswari, usai acara pelantikan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lahat periode 2017-2022, Senin (13/11) di Pendopoan Rumah Dinas.

Dikemukakan Bupati yang akrab disapa Kak Wari ini, cukuplah intoleransi yang berujung perpecahan hingga menyulut perang saudara di sejumlah negara menjadi contoh berharga betapa pentingnya kerukunan umat beragama. Di mana, negara-negara tersebut pada akhirnya terus berada dalam pusaran konflik tak berkesudahan.

“Yang rugi siapa? Kita sendiri. Jika sudah terjadi konflik horizontal, program pembangunan pun tidak akan bisa berjalan efektif dan maksimal. Masa depan anak-anak generasi penerus bangsa pun terancam,” camnya, seraya mengajak agar segenap masyarakat khususnya di Kabupaten Lahat senantiasa memelihara kerukunan ditengah kemajemukan yang ada.

Senada, Ketua FKUB Kabupaten Lahat Khairudin menegaskan bahwa pihaknya bersama-sama Pemerintah dan institusi terkait akan terus berupaya menciptakan kerukunan antar umat beragama, demi terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Dan kita tidak ingin seperti mobil pemadam kebakaran, yang sifatnya menanggulangi pasca kejadian,” tandasnya.

Sementara itu terpisah, Ketua DPD KNPI Kabupaten Lahat, Tanhar Effendi, menyambut baik keberadaan FKUB, yang diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya kerukunan umat antar beragama.

Terlebih dikemukakannya, bangsa Indonesia yang berdasarkan ideologi Pancasila dengan semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’-nya, sangatlah menghargai adanya pluralisme. Karena memang diingatkannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukanlah negara Agama yang berdasarkan satu keyakinan saja, melainkan negara sekuler yang menghormati adanya perbedaan dalam bingkai NKRI.

“Kalau saja kita semua benar-benar mau menghayati dan mengamalkan sila-sila daripada Pancasila, termasuk butir-butirnya, insya Allah kerukunan antar umat beragama akan berlangsung abadi di bumi Nusantara, tidak terkecuali di Kabupaten Lahat,” imbuhnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita