oleh

Insentif Guru Honorer Lubuklinggau Terkendala Anggaran

LINGGAU POS ONLINE – Tahun 2018 Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memberikan insentif untuk guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Kota Lubuklinggau. Nominalnya Rp1 juta dalam setahun yang direalisasikan Desember 2018.

Hal ini diungkapkan Ketua Forum Guru Honorer, Alvinus, Minggu (18/8).

Menurutnya, yang mendapatkan insentif ini guru honorer dan TU, di SD maupun SMP. Lebih kurang ada 960 honorer yang mendapatkan insentif ini.

“Sementara untuk tahun 2019, kami belum mendapat informasi lagi. Apakah ada atau tidak. Karena bantuan ini memang betul-betul dari pemerintah, yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau,” jelas Alvinus.

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Lubuklinggau, Imam Senen.

Untuk tahun ini dilanjutkan Imam Senen, pemerintah tentunya harus melihat anggaran yang tersedia saat ini.

“Karena kita keterbatasan anggaran. Kita lihat dulu, apakah anggarannya ada atau tidak,” tegas Imam.

Karena dilanjutkan Imam, untuk membuka perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saja Lubuklinggau belum ada anggaran.

“Ya sekali lagi semua tergantung ketersediaan anggaran,” tegasnya kembali.

Sementara di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Pemkab Muratara mengucurkan Rp850 ribu per bulan untuk setiap honorer.

“Belum semua honorer dapat insentif ini. Karena disesuaikan dana yang ada. Yang jadi prioritas para honorer yang mengabdi di daerah yang jauh dari ibukota Kabupaten Muratara,” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara, H Sukamto, kemarin.

Ia menjelaskan, honorer yang mendapatkan honorer dari Pemkab Muratara itu hanya yang memiliki SK dari Disdik.

“Kalau honorernya tugas berdasar SK dari kepala sekolah, maka honornya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” jelas Sukamto.

Setiap tahun kata Sukamto, tim Disdik Muratara melakukan evaluasi terhadap penerima insentif honorer ini. Sehingga yang mendapatkan insentif benar-benar guru yang mengabdi di daerah tertinggal. (rfm/lik)

Rekomendasi Berita