oleh

Insentif Guru Non PNS Kota Lubuklinggau Segera Cair

-Pendidikan, Utama-826 dibaca

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Sekitar 1.300 guru dan tenaga kependidikan non PNS di Kota Lubuklinggau sedang melengkapi berkas untuk pengajuan mendapatkan insentif. Jumlah itu membengkak, dibanding data sebelumnya yang hanya 946 orang yang terdata.

“Iya, ada Rp 1,5 miliar insentif yang akan diberikan Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk guru dan tenaga kependidikan non PNS. Namun verifikasi data sedang dilakukan tim Dinas Pendidikan (Disdik),” jelas Kepala Disdik Kota Lubuklinggau, H Tamri melalui Sekretarisnya, DR H Rudi Erwandi kepada Linggau Pos, Minggu (24/6).

Ia memprediksi, karena dana yang tersedia Rp 1,5 Miliar untuk satu tahun, maka minimal per guru dan tenaga kependidikan non PNS menerima insentif minimal Rp 150.000 per bulan.

“Bisa saja lebih, tapi dana yang ada segitu (Rp 1,5 miliar). Saat ini kami berusaha memastikan jangan sampai pencairan insentif ini melanggar Peraturan Walikota. Sehingga verifikasi data berkas calon penerima insentif ini juga sangat selektif. Misalkan, honorer baru mulai mengabdi awal tahun 2018, ya tidak boleh. Jadi kami berusaha agar penyaluran insentif guru dan tenaga kependidikan non PNS ini tidak bermasalah,” tegas Rudi.

Ia juga heran, dari data awal yang diproyeksikan menerima insentif hanya 800-an honorer. Data yang masuk ke Disdik sudah lebih dari itu, mencapai 1.000 lebih.

Rudi membocorkan, penerima insentif ini diutamakan yang memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

“Nanti kalau sudah selesai verifikasi segera dicairkan. Dananya sudah tersedia,” terangnya.

Ketua Forum Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS Kota Lubuklinggau, Alvinus menjelaskan, data awal jumlah honorer dan tenaga kependidikan Non PNS di Kota Lubuklinggau hanya 946 orang.

“Sejak kabar bakal ada insentif, jadi 1.300 orang. Bahkan, kalau tidak kami stop sampai 1.600 orang. Jadi memang kami ikut dilibatkan Disdik dalam mendata dan mengingatkan honorer untuk mengumpulkan berkas. Kalau tidak salah, klasifikasinya yang bisa dapat insentif ini minimal masa pengabdiannya dimulai Januari 2017. Jadi kalau Februari 2017 baru jadi honorer, nggak bisa dapat insentif ini,” terang dia.

Saat ini, Guru Olahraga SDN 4 Lubuklinggau itu menjelaskan, honor yang diterima honorer guru maupun tenaga kependidikan rata-rata Rp 300.000- Rp 500.000 per bulan.

“Honor itu tergantung kebijakan kepala sekolah. Nah, jadi insentif ini sangat kami harapkan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kabid GTK dan Sekretaris Disdik Kota Lubuklinggau,” jelas Alvinus.

Alumni STKIP PGRI Lubuklinggau itu menjelaskan, saat ini masih ada beberapa honorer yang mengumpulkan berkas. Meliputi SK pembagian Tugas, Ijazah Terakhir, dan SK Kepala Sekolah.

“ Masalah pendidikan, kalau guru tersebut sedang menjalani pendidikan, maka yang diserahkan ke Disdik itu surat keterangan kuliah. Tapi kalau sudah S1 ya pakai ijazah S1,” jelas dia.(02)

Rekomendasi Berita