oleh

Insentif Guru Honorer Ditambah

H Sukamto (Kadisdik Musi Rawas)
“Kekurangan guru PNS itu ditutupi keberadaan guru honorer. Oleh karena itu, insya Allah Bupati akan menganggarkan insentif honorer 2018 nanti…”

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Lebih dari 1.000 guru honorer mendedikasikan diri untuk mendidik murid di 316 SD di Musi Rawas (Mura). Namun, sebagian besar dari mereka masih digaji rendah. Ada yang Rp 200 ribu per bulan.

“Ya bagaimana tidak. Berdasarkan ketentuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pengalokasian gaji guru honorer hanya 15%, maka bagi sekolah yang jumlah muridnya banyak mungkin bisa memberikan honor yang lebih besar, namun bagi sekolah yang muridnya kurang dari 100 orang dipastikan honornya kecil karena besaran dana BOS berdasarkan jumlah murid,” terang Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Musi Rawas, H Hermansyah, kemarin.

Dan ia membenarkan gaji guru honorer masih rendah. Khususnya guru honorer yang mengajar di sekolah yang jumlah muridnya sedikit. Pasalnya pembayaran gaji guru honorer dari BOS.

Ia menegaskan, situasi pendapatan honorer guru saat ini terkesan kurang manusiawi. Dan PGRI Kabupaten Musi Rawas sedang memperjuangkan agar penambahan insentif guru honorer terealisasi 2018 mendatang.

Seorang guru honorer SD Negeri di Kecamatan Muara Lakitan Yunita (29) mengaku amat berseyukur dengan apa yang sedang dilakukan PGRI ini.

“Sebagai guru kelas, jelas kami memiliki beban kerja yang besar. Namun selama ini, saya juga mengajar les menari. Jadi kebutuhan tertutupi dengan itu. Sedangkan jika saya hanya mengandalkan honor per bulan Rp 200 ribu, tidak sampai seminggu sudah habis,” jelas alumni STKIP-PGRI Lubuklinggau itu.

Ia mengatakan, sebagai honorer yang sudah tugas lebih dari lima tahun bisa mendedikasikan ilmu untuk masyarakat, terutama anak bangsa itu yang harus jadi niat utama.

“Kalau mikir honor, jadi tidak semangat nanti,” imbuh Yuni.

Meski menerima, Yuni berharap situasi ‘sulit’ itu bisa segera membaik. Sebab penambahan insentif sedikit banyak Yuni yakin akan menambah semangat guru honorer dalam mengabdi.

“Ya nambah Rp 300 ribu saja kami sudah terima kasih,” jelasnya pelan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas H Sukamto membenarkan, pihaknya sudah membincangkan masalah ini (insentif guru honorer, red) kepada Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan.

H Sukamto menjelaskan, Musi Rawas masih sangat membutuhkan honorer guru. Sebab saat ini kekurangan guru PNS mencapai 900 orang.

“Kekurangan guru PNS itu ditutupi keberadaan guru honorer. Oleh karena itu, insya Allah Bupati akan menganggarkan insentif honorer 2018 nanti,” jelasnya.

Kabid Dikdas Disdik Musi Rawas, Hartoyo menambahkan mengenai teknis pengucuran insentif itu belum ada pembahasan lebih lanjut.

“Kan nanti ada seleksinya. Misalkan kuotanya untuk 500-an guru honorer. Penyeleksiannya dilakukan Dinas Pendidikan melalui Bidang GTK (Guru dan Tenaka Kependidikan). Bisa saja nanti dilihat dari masa kerjanya, maupun wilayah pengabdiannya. Bisa juga diutamakan bagi honorer yang mengabdi di wilayah terpencil,” kata Hartoyo.

Dari 1.000 honorer yang mengabdi di Musi Rawas ini tidak semuanya guru. Namun ada juga sebagai operator dan perpustakaan.

“Memang kita masih sangat kekurangan tenaga PNS guru. Ini salah satu dampak dari moratorium PNS sejak 2014 lalu. Sehingga banyak guru PNS pensiun maupun meninggal. Namun pengangkatan guru PNS untuk menutupi kekurangan itu belum dilakukan. Ini sudah memasuki tahun keempat,” terangnya lagi.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita