oleh

Inovasi Belajar di TK Kartika Lubuklinggau, Belajar Gunakan Media Audio Visual

Linggau Pos Online,

Guna mengembangkan potensi anak usia dini, PAUD/TK dan RA pun berinovasi melakukan pembelajaran yang lebih baik. Salah satunya dengan menggunakan media audio visual.

Laporan Qori Musdhalifah, Lubuklinggau

UNTUK itu, diperlukan sebuah media pembelajaran yang tepat, sehingga dapat menumbuhkan minat anak dalam belajar.

Salah satu media pembelajaran adalah dengan Media Pembelajaran audio visual, di mana media ini selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat.

Salah satu TK di Kota Lubuklinggau yang menggunakan media pembelajaran audio visual yakni TK Kartika Kompi Lubuklinggau.

Kepala TK Kartika Kompi Lubuklinggau, Efri Yani menjelaskan, latar belakang mereka menggunakannya agar anak didik mudah mengerti,memahami,mengenali apa yang disampaikan guru atau sedang dipelajari.

“Kami sudah dua tahun menggunakan media dengan indra pendengaran dan penglihatan ini. Tetapi aktif digunakan, sejak tahun baru 2018-2019 sedangkan tahun sebelumnya tidak terlalu rutin,” jelasnya.

Efri Yani, menjelaskan dengan menggunakan media audio visual ia mengharapkan anak didiknya bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal dalam perkembangan belajarnya. Anak didiknya, juga sangat antusias dan semangat dengan proses pembelajaran yang menyenangkan tersebut. Selain itu, para guru juga sangat terbantu dan apa yang disampaikan dimengerti oleh anak.

“Tetapi tidak tiap hari, kami menggunakan media pembelajaran seperti ini. Hanya pada tema dan sub tema tertentu, seperti tentang akhlak dan beberapa lainnya,” jelas Efri Yani.
Masih kata, Efri Yani menggunakan media pembelajaran di sekolah mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. Selain menggunakan media audio visual, mereka juga menggunakan alat peraga boneka yakni boneka sholeh dan sholeha yang juga disambut antuasi anak didiknya.

“Menggunakan alat peraga yang unik, memang sangat berpengaruh. Di mana anak-anak, tidak akan merasa bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Maka dari itu, setiap pembelajaran kami selalu menggunakan alat peraga,” tegasnya. (*)

Rekomendasi Berita