oleh

Ini Penjelasan ASN yang Dituding Lecehkan Slogan Musi Rawas Mantap

LINGGAUPOS.CO.ID – Dua hari terakhir viral di media sosial, mengenai ada oknum ASN Pemkab Musi Rawas yang melecehkan slogam Musi Rawas Mantap. Ini penjelasan lengkap ASN tersebut dalam pers rilis di Pemkab Musi Rawas, Jumat (5/3/2021).

Adapun PNS yang mengklarifikasi, yakni Kabag Protokol dan Komuniasi Pimpinan (Prokopim) Setda Musi Rawas Dicky Zulkarnain, Kasubag Protokol Misbahudin Lubis, Kasubag Komunikasi Pimpinan Deni Permada Lubis dan Kasubag Dokumentasi Pimpinan Benni Marliansyah.

Dicky didampingi para Kasubag, menjelaskan bahwa pemberitaan tersebut menyudutkan mereka berempat. “Seolah-olah menyudukan kami, bahwa kami memperolok-olok slogan tersebut,” jelasnya.

Ia menceritakan, bahwa informasi tersebut berasal dari seseorang inisial S, yang kemudikan menyampaikannya ke media. “Kepada media ia mengatakan, ada empat ASN yang memperolok slogan Musi Rawas Mantap,” katanya.

Kronologisnya, bermula S dan seorang wartawan datang ke ruangan Bagian Prokopim,  saat sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas terpilih, untuk mengkonfirmasi kegiatan selama 2020.

“Dia datang sebelum pelantikan, kalau tidak salah, 22 Februari 2021. Kemudian kami menjelaskan pertanyaan S, sesuai yang sudah kami laksanakan di 2020,” jelasnya.

Kemudian mereka ngobrol biasa, setelah selesai menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan S. “Sudah kami jawab, sesuai yang kami laksanakan. Sudah kami klarifikasi. Kemudian kami ngobrol biasa,” jelasnya.

Dalam ngobrol biasa itulah, salah satunya membahas dari slogan Sempurna menjadi Mantap. “Setahu saya dan seingat saya, yang pertama kali melontarkan kalimat Mantap adalah S. Dia yang justru mengatakan itu, yakni Makan Pucuk Atap, bukan kami,” tegasnya.

Bahkan dikatakan Dicky, kalimat itu diulang dua kali oleh S. “Saya tidak terpancing. Kami menyikapinya hanya sebagai lelucon, yang disampaikan oleh S, makanya mungkin ada yang tertawa,” tambahnya.

Padahal saat itu, juga diklarifikasikan kepada S, bahwa Mantap itu adalah singkatan dari Maju, Mandiri dan Bermartabat. “Jadi pembicaraan itu, awalnya sama sekali bukan soal slogan. Sekali lagi, kami tegaskan kalimat itu, pertama kali bukan dari kami,” katanya.

Ia menambahkan, ada kesan S memang sengaja memancing pihaknya, untuk mengiyakan kalimat pelecehan itu. “Karena kami tahu, sebagai ASN kami berempat yang mendukung program bupati,” jelasnya.

Siapapun yang menjadi bupati, ditegaskan Dicky, sebagai ASN tentu mendukung program-program yang dilaksanakan. “Jadi kami tidak mungkin menjelek-jelekkan program yang sudah dibuat Bupati dan Wakil Bupati,” ia mengatakan.

Berkaitan dengan peredaran informasi di media sosial tersebut, diakuinya menyudutkan mereka berempat. Berkaitan dengan persoalan hukum, pihaknya akan meneliti dan mengkajinya terlebih dahulu.(*)

Rekomendasi Berita