oleh

Ini Hukuman Bagi Sales Es Krim Gadungan

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis Terdakwa Zulfikar alias  Zul alias Kai (36) dengan hukuman tiga tahun penjara. Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Yopy Wijaya dibantu Hakim Anggota Shareza Papelma  dan Tri Lestari dengan Panitera Pengganti (PP) Wahyu Agus Susanto, Rabu (14/4/2021) pukul 11.00 WIB.

Vonis yang dibacakan Majelis Hakim PN Lubuklinggau Yopy Wijaya, sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Trian Febriansyah dengan hukuman tiga tahun penjara.

Terdakwa yang merupakan warga Jalan Delima, RT 06, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I disidangkan akibat terlibat tindak pidana penipuan terhadap 21 ibu-ibu dengan berkedok untuk pemasangan freezer es krim.

Majelis Hakim Yopy Wijaya dalam vonisnya mengungkapkan, berdasarkan fakta-fakta persidangan dari terdakwa dan saksi sebelumnya, secara sah dan meyakinkan terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1)KUHP tentang Penipuan. Maka terdakwa divonis hukuman tiga tahun penjara.

Yopy Wijaya menegaskan, hal yang memberatkan, karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, dan merugikan karena telah melakukan penipuan di 15 tempat. Sedangkan yang meringankan terdakwa, karena berterus terang dan sopan dalam persidangan.

Ketua Majelis Hakim, Yopy Wijaya lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut.

Terdakwa langsung menerima. Begitu juga JPU juga menerima atas vonis tersebut.

Ketua Majelis Hakim langsung menutup sidang dengan mengetuk meja sebanyak tiga kali.

Sekedar mengingatkan,  kejadian yang membuat Terdakwa Zulfikar disidangkan, karena melakukan penipuan dengan mengaku sebagai  karyawan PT  Musi Delecious Food (Distributor Es Krim).

Modusnya,  terdakwa berpura-pura melakukan penawaran kerja sama penitipan box freezer es krim Aice kepada para korban. Pertama, Kartini warga Jalan Cek Dam, RT 08, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat pada 29 Juli 2020 sekira pukul 09.00 WIB.

Kemudian korban Diyanto di tokonya, Perumahan Griya Air Temam, Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I  Minggu  9 Agustus 2020 sekira pukul 10.00 WIB. Lalu korban Fiwiana di toko miliknya Gang Bangau, RT 01, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I Jumat  2 Oktober 2020 sekira pukul 14.00 WIB.

Lalu korban Lidhya Treesiannira di tokonya, Kolam Renang Linggau Water Play, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 2  Minggu 29 Desember 2020 sekira pukul 10.00 WIB. Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa kepada masing-masing saksi dengan cara terdakwa berpura-pura sebagai Sales PT Musi Delecious Food.

Dengan membawa identitas Sales PT Musi Delecious Food palsu, terdakwa mendatangi  toko-toko kelontong di sekitar  Kota Lubuklinggau kemudian terdakwa menawarkan promosi penitipan box freezer es krim Aice.

“Asalamualaikum bu, ini saya Aice Krim mau menawarkan es krim kalau ibu/bapak mau jualan dan sekarang ini lagi ada promo dan tidak pakai uang deposit lagi atau uang jaminan. Ini surat pernyataan sewa bok freezer, dan ada daftar harga aice krim tersebut, kalau ibu mau, saya mau nitip bok freezer satu buah dan ibu cuman beli Aice-nya saja komplit sebesar Rp 1,5 Juta dan bisa dibayar dua kali atau dicicil”.

Kemudian  saat para korban tertarik, korban bisa  bayar dengan cara dipanjar terlebih dahulu.

Kemudian terdakwa menunjukan surat perjanjian sewa freezer Aice serta brosur daftar harga es krim Aice tersebut untuk menambah keyakinan para korban tersebut setelah para korban tersebut percaya dan memberikan uang panjar kepada terdakwa.

Lalu terdakwa menulis jumlah uang tersebut ke dalam kwitansi dan untuk selanjutnya berjanji box freezer es krim Aice akan segera diantar. Setelah itu,  terdakwa pergi  membawa uang yang telah dibayar korban dan tidak mengantarkan box freezer seperti yang dijanjikan oleh terdakwa.

Bahkan terdakwa bukan merupakan karyawan ataupun orang yang mempunyai hubungan kerjasama dengan PT Delicious Food yang merupakan distributor es krim Aice.

Dari beberapa aksinya,  terdakwa menikmati uang dari korban Kartini  Rp  1 juta, korban Lidhya  Rp 750ribu,  korban Fitriyana  Rp 250 ribu, dan korban Diyanto sebesar Rp 1,5 juta.

Perbuatan terdakwa menyebabkan korban Kartini, Lidhya Treesiannira, Fitriyana dan Diyanto  rugi Rp 3,5 juta. Atas penipuan tersebut sampai akhirnya tersangka dijemput Anggota Polsek Lubuklinggau Barat di rumahnya.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita