oleh

Ini Harta Kekayaan Paslon Pilkada Muratara, HDS dan H Surian Paling Kaya

LINGGAUPOS.CO.ID – KPU Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengungkapkan hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang mencalonkan diri pada Pilkada 2020.

Komisioner KPUD Muratara, Handoko saat dikonfirmasi Minggu (27/9/2020) mengaku pihaknya sudah menerima hasil LHKPN, masing-masing Paslon Pilkada Muratara. Hasil pengumuman itu dilakukan secara resmi melalui web lembaga resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Karena memang setiap peserta Pilkada diwajibkan melapor LHKPN ke KPK, karena KPK yang punya otoritas melakukan pengawasan masalah itu,” jelas Handoko, Senin (28/9).

Handoko mengatakan untuk hasil LHKPN bisa dilihat secara langsung melalui situs web resmi KPK.

“Untuk laporan di KPU Mura juga ada saat pendaftaran Paslon, mereka sudah melampirkan soal LHKPN,” jelasnya.

Sementara Kasubag Data KPUD Kabupaten Muratara, Busairi mengungkapkan untuk LHKPN Calon Bupati Nomor 1 H Devi Suhartoni berkisar Rp58.252.000.000, Calon Bupati Nomor 2 H Akisropi Ayub berkisar Rp2.901.700.000 , dan Calon Bupati Nomor 3  H Syarif Hidayat Rp3.916.650.000 .

Sementara harta kekayaan Calon Wakil Bupati Muratara Nomor 1 H Inayatullah  Rp1.139.000.000, Calon Wakil Bupati Muratara Nomor  2 H Baikuni Rp5.320.245.773 dan kekayaan Calon Wakil Bupati Muratara Nomor 3  Surian Sopian Rp7.838.500.000.

Sementara untuk saldo awal dana kampanye, pasangan H Devi Suhartoni-H Inayatullah melaporkan saldo awal dana kampanye Rp250 ribu, sedangkan pasangan H Akis-Baikuni menyampaikan saldo awal dana kampanye Rp150 juta dan pasangan H Syarif Hidayat-Surian Sopian saldo awal dana kampanye Rp3 juta.

“Itu data awal yang kita terima dari masing-masing Paslon terkait LADK. Dan sudah kita sampaikan ke publik melalui situs resmi KPUD Muratara,” jelasnya.

Tingginya harta kekayaan yang dimiliki peserta Pilkada, ternyata tak begitu menentukan tingkat keterpilihannya di masyarakat.

“Kalau secara langsung tidak ada, karena masyarakat memilih itu karena visi misi melalui program yang jelas dan daya pikat Parpol pengusungnya,” ungkap Pengamat Politik, Dr Joko Siswanto, Senin (28/9).

Namun disampaikan Joko, untuk di Indonesia dalam Pilkada itu ada asesoris lain atau daya pikat untuk menarik minat masyarakat, bisa melalui pemberian uang, cendera mata atau melakukan politik uang. Tentu, hal ini akan berpengaruh terhadap para pemilih yang pragmatis. Namun, ada risiko besar untuk peserta Pilkada maupun tim kampanyenya, karena bisa ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Itu kalau uangnya dibagikan kepada masyarakat. Kalau tidak, ya tidak ada efek apa-apa,” jelasnya.

Sebenarnya, disampaikan Joko ada salah satu cara untuk meningkatkan angka keterpilihan dengan jumlah harta kekayaan yang dimiliki. Misalnya, ada salah satu kandidat yang mengatakan kalau terpilih jadi Bupati akan menyumbangkan kepada pemerintah separuh harta yang dimiliki untuk kemajuan daerah atau pembangunan.

“Kalau ada itu menarik dan tidak masuk dalam kategori politik uang. Tapi belum ada yang berani melakukan itu. Jangankan itu coba kalau ada kandidat Bupati yang berani mengatakan akan menolak fee proyek atau uangnya dimasukkan dalam kotak amal untuk disumbangkan dalam kegiatan sosial. Karena, keterbukaan akan pemikat tersendiri,” ungkapnya.

Kekayaan Calon Bupati dan Wakil Muratara 2020

Paslon Nomor 1

H Devi Suhartoni Rp58.252.000.000

H Inayatullah Rp1.139.000.000

Paslon Nomor 2

H Akisropi Ayub Rp2.901.700.000

Baikuni Rp5.320.245.773

Paslon Nomor 3

H Syarif Hidayat Rp3.916.650.000

H  Surian Sopian Rp7.838.500.000.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita