oleh

Ini Akibat Kebut-kebutan di Lubuklinggau

LINGGAUPOS.CO.ID – Sat Lantas Polres Lubuklinggau mengamankan 31 unit sepeda motor yang terjaring karena terlibat balapan liar. Semua kendaraan itu terjaring dalam operasi yang dilaksanakan selama tiga minggu.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono mengatakan penertiban motor knalpot racing ini menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang mengaku resah, karena suara dari knalpot racing sangat mengganggu masyarakat.

“Kendaraan ini ketika digunakan suaranya sangat bising, itulah kita tertibkan karena benar-benar mengganggu masyarakat Kota Lubuklinggau saat melintas,” ujarnya.

Puluhan kendaraan tersebut rata-rata terjaring saat anggota satlantas sedang patroli, namun kebanyakan motor-motor tersebut diamankan ketika tengah melakukan balapan liar (Bali).

Sebagai tindak lanjut dilapangan untuk memberikan rasa efek jera kepada pengguna, untuk  motor tersebut ditahan di Polres Lubuklinggau sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Terpisah Kasat Lantas AKP Budi Harto menjelaskan, sepeda motor bisa dikeluarkan, jika sudah membayar denda tilang dan menganti langsung knalpot racing ke knalpot standar.

Sementara itu, Jefri pemilik sepeda motor kendaraan bermotor berknalpot racing di Kota Lubuklinggau memusnahkan knalpot motornya sendiri.

Dengan raut wajah sedih ia memusnahkan knalpot seharga ratusan ribu itu dengan cara di pukul-pukulnya hingga knalpot racing tersebut ringsek dan tidak bisa digunakan lagi.

Knalpot racing milik Jefri ini dimusnahkan di halaman Mapolres Lubuklinggau, karena tidak sesuai standar dan kerap meresahkan masyarakat di Kota Lubuklinggau.

Proses pemusnahan knalpot racing ini disaksikan oleh Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono dan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Lubuklinggau.

Bukan itu, saja Jefri yang ditemani ibunya di Polres Lubuklinggau, juga langsung mengganti knalpot racing dengan knalpot bawaan asli di sepeda motornya.(*)

Rekomendasi Berita