oleh

Ingin Belajar Menulis Berita

Murid SDIT An-Nida Kunjungi Linggau Pos

Apresiasi yang besar diungkapkan Pemimpin Redaksi Linggau Pos, Budi Santoso atas kunjungan murid SDIT An-Nida Lubuklinggau, Sabtu (28/4). Pasalnya, para murid ini memiliki ketertarikan tersendiri untuk bisa menulis berita.

Laporan Daulat, Watervang

KEMARIN, sekira pukul 09.00 WIB, 75 murid SDIT An-Nida tiba di Graha Pena Linggau Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Mereka didampingi tiga guru, lalu masuk ke Graha Pena Linggau. Pemimpin Redaksi Linggau Pos, Budi Santoso sudah siap menyambut para murid yang amat bersemangat itu.

Puluhan murid ini lalu diajak ke Lantai 1 Graha Pena Linggau, tepatnya di depan ruang redaksi Linggau Pos. Anak-anak duduk di atas ambal, dan mulai untuk menggali ilmu tentang teknis menulis berita.

Acara diawali dengan sambutan dari Ustadz Welliansyah yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT An-Nida.

Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan manajemen PT Wahana Semesta Linggau yang memberi kesempatan para murid untuk belajar menulis berita di Linggau Pos.

“Kunjungan seperti ini rutin kami lakukan, setiap satu bulan ada outing class (belajar di luar kelas). Dalam kunjungan kali ini, kami ingin belajar menulis, untuk membuat berita, dan sebagainya,” kata Welliansyah mengungkapkan maksud dan tujuan kunjungan.

Welliansyah mengatakan, kunjungan yang dilakukan murid SDIT An-Nida dilakukan bergilir, mulai kelas 1 sampai 6. Tujuan kunjungan ada perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan. Salah satu yang dipilih yakni Graha Pena Linggau sebagai kantor penerbitan Harian Pagi Linggau Pos.

“Saya berharap, pulang dari sini anak-anak bisa mengerti apa itu berita, dan pandai menulis. Serta biar bisa mengetahui prosesnya sampai tercetaknya koran tersebut,” harapnya.

Bak gayung bersambut, Budi Santoso pun mengapresiasi keingintahuan anak-anak SDIT An-Nida soal proses pembuatan berita hingga pencetakan koran.

“Kunjungan ini suatu kebanggaan, dan tentunya saya membagikan ilmu kepada adik-adik semuanya, khususnya tentang pers,” jelas Budi.

Budi berkeyakinan, jika murid SDIT An-Nida memahami dan mengetahui teknis pembuatan berita, besar kemungkinan sudah bisa terhindar dari isu-isu negatif dan hoaks.

Budi menjelaskan secara mendetail, tentang bagaimana proses koran bisa sampai ke tangan pembaca. Mulai dari persiapan, proses penggalian data, pengolahan data, editing, layout, hingga percetakan.

Budi juga membagikan ilmu tentang komposisi berita, yang wajib ada. Khususnya rumus 5W plus 1 H (What, Who, Where, When, Why dan How). Menurut alumni UIN Raden Fatah Palembang ini, 5W plus 1H bukan sekadar kewajiban. Namun, wartawan diminta lebih peka dan menggali lebih dalam informasi yang dibutuhkan, untuk melengkapi informasi yang akan dijadikan berita, dan dibaca masyarakat.

Kunjungan kemarin juga memberikan kesempatan pada murid SDIT An-Nida untuk sesi tanya jawab. Para murid antusias bertanya mengenai kerja wartawan, hingga nama kertas yang dicetak untuk dijadikan koran. Semua dijawab dengan gamblang oleh Budi Santoso.

“Di sini mereka mendapatkan materi mencetak koran dan melihat langsung mesin percetakannya. Semoga selepas dari kunjungan ini, bisa menambah wawasan bagi anak-anak,” harap Budi. (*)

Rekomendasi Berita