oleh

Ingatkan Kembali Pelestarian Satwa Langka

Lagi, Siswa SMAN 3 Raih Juara Lukis Dinding

Tak hanya akademik. Lewat non akademik pun, perjuangan siswa-siswi bisa mengharumkan nama sekolah. Ini juga yang dilakukan siswa-siswi SMA Negeri 3 Lubuklinggau Rahma Ladaina, Rangga Isnanda, dan Lica Hanifah.

Laporan Sulis, Petanang

UPACARA bendera Senin pagi (20/11) diakhiri dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan oleh Lica Hanifah dan kawan-kawan untuk sekolah. Kepala SMA Negeri 3 Lubuklinggau, Siti Dahniar menerima tropi itu dengan wajah berbinar.

Ia tak sekadar mengucap terima kasih. Siti Dahniar berpengharapan, prestasi yang dicapai tiga siswa-siswinya itu bisa menular dan memupuk semangat peserta didik lain. Agar juga bersemangat mencapai prestasi.

Guru Pembina Sanggar Seni Sinergi SMA Negeri 3 Lubuklinggau, Dian Purnama menerangkan Rahma Ladaina , Rangga Isnanda, dan Lica Hanifah adalah siswa-siswi multi talenta.

“Contohnya Lica. Dia tak hanya hobi melukis. Namun juga dikenal bersuara emas. Dan ini bukan prestasi pertama. Sebelumnya tiga siswa kami ini, meraih Juara III juga saat melukis pintu masuk kedua menuju Kampung Warna-Warni Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I,” papar Dian.

Guru yang juga mendedikasikan diri untuk mengampu bidang studi Bahasa Inggris itu menjelaskan, mengusung tema ‘Ekspresikan Diri Lewat Warna’, Lica dan kawan-kawan melukis burung merak (Pavo muticus), sebagai salah satu ikon kekayaan satwa Indonesia. Tim ini bersaing dengan 22 tim SMA/MA dan SMK negeri dan swasta di Kota Lubuklinggau.

Tiga siswa kelas XI itu berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan waktu mulai pukul 09.30-15.00 WIB untuk menghasilkan lukisan yang ‘berbicara’.

“Mereka mengatakan, lukisan itu diharapkan bisa jadi pengingat semua orang yang melihatnya bahwa Indonesia adalah negeri yang memiliki daya tarik dengan kekayaan satwanya. Salah satunya burung merak. Maka mereka berharap, melalui lukisan tersebut putra-putri bangsa tergerak untuk menjaga kelestarian burung langka itu,” jelasnya.

Perlu diketahui merak berasal dari Pulau Jawa dan statusnya dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan terhadap jenis burung merak hijau berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No.66/KPTS/Um/2/1973; Keputusan Menteri Kehutanan No.301/ Kpts -II/1991 dan PP No. 7 tahun 1999. Status burung merak hijau berdasarkan IUCN (2007) dikategorikan ke dalam vulnerable (rentan atau rawan punah) dengan penilaian A2cd+3cd dan C2a(i),” imbuhnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita