oleh

Ingatkan Disperindag Segera Relokasikan Pedagang

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Ketua Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, Hambali Lukman ingatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera merelokasi pedagang. Yakni, dari Pasar Instruksi Presiden (Inpres) ke Pasar Bukit Sulap (PBS).

Pasalnya, hingga saat ini kios serta lapak yang ada di sana belum difungsikan oleh pedagang. Sehingga menyebabkan kios menjadi terbengkalai dan ditumbuhi rumput, serta lapak yang ada menjadi rusak.

“Sayang dan mubazir jadinya, kalau kios dan lapak tersebut tidak segera dimanfaatkan oleh pedagang. Untuk itu Disperindag kita ingatkan kembali, untuk segera merelokasi pedagang ke sana,” ungkap Hambali Lukman.

Jika terkendala pedagang yang belum mau dipindahkan, pihaknya menyarankan agar Disperindag ambil upaya agar pedagang mau direlokasikan.

“Ya diajak duduk bersama. Lakukan dialog dan koordinasi, serta berikan pemahaman apa tujuan pemerintah merelokasi mereka. Saya yakin, ketika diajak bicara baik-baik, mereka paham dan mau direlokasi,” tegasnya.

Sementara itu sebelumnya Kadisperindag Kota Lubuklinggau HM Hidayat Zaini, melalui Kepala bidang sarana dan pelaku distribusi, Andang mengakui masih banyaknya lapak serta kios yang kosong di Pasar Bukit Sulap (PBS) Kelurahan Pasar Sateli,t Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Masih kosongnya lapak serta kios ini, tentunya ditegaskan oleh Andang sudah menjadi catatan dan perhatian mereka.

“Dari 150 blok kios dan 650 lapak, yang sudah terisi hanya 58 blok serta 250 kios. Selebihnya memang masih kosong. Hanya lapak di bagian depan gedung saja yang terisi oleh pedagang sayuran, serta kebutuhan pokok lainnya,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya sudah beberapa kali memberikan imbauan serta peringatan kepada pedagang. Meminta mereka, untuk segera menempati lapak dan kios yang sudah disediakan.

“Sampai saat ini, kita juga terus berkoordinasi dengan pihak pengurus PBS, untuk bersama-sama mencarikan solusi. Bagaimana caranya, agar kedepan pedagang mau menempati kios dan lapak mereka,” tegasnya.

Selain memberikan imbauan dan peringatan, serta melakukan koordinasi dengan pengurus PBS. Pihaknya tahun 2018, akan membentuk peraturan unit pelayanan pengelolaan teknis pasar.

“Aturan ini dibuat, untuk mengatur para pedagang supaya mau direlokasi. Namun untuk saat belum bisa dilaksanakan, lantaran terkendala oleh anggaran. Target kita, 2018 mendatang semua pedagang sudah di relokasi,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita