oleh

Ingat, Korupsi Merusak Bangsa!

Hari Anti Korupsi Internasional

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau mengadakan kegiatan bagi-bagi stiker dan pin kepada masyarakat. Sebagai pengingat bagi masyarakat, agar mampu membentengi diri dari laten korupsi.

Laporan Aan Sangkutiyar-Mutiara, Sidorejo

BERAGAM kegiatan yang dilakukan Kops Adiyaksa dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI). Seperti yang dilakukan Kejari Lubuklinggau, mereka bagi-bagi stiker dan pin kepada pengguna jalan raya. Dengan tujuan memberi edukasi kepada masyarakat mengenai efek negatif dari tindak pidana korupsi.

Dalam pembagian stiker dan pin, dilakukan di dua titik. Yaitu di depan kantor Kejari Lubuklinggau, Jalan Depati Said Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Kemudian, di depan Masjid Agung As-Salam, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Kajari Lubuklinggau, Hj Zairida menuturkan, kegiatan memperingati HAKI bukan sekali ini saja dilakukan pihaknya. Dan kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai Kejari Lubuklinggau, menyebarkan ratusan pin dan stiker di dua tempat berbeda tersebut.

“Kegiatan tadi sudah rutin kami lakukan setiap peringatan HAKI, dan melibatkan pegawai Kejari dalam pelaksanaannya,” kata Hj Zairida, Jumat (8/12).

Lanjutnya, pembagian pin dan stiker tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai dengan pembagian dua benda tersebut dapat mengingatkan masyarakat akan dampak dari korupsi.

Selain kegiatan bagi-bagi pin dan stiker. Pihaknya saat ini juga kerap mendatangi sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara). Guna mengedukasi bahaya korupsi sejak dini kepada para pelajar.

Menurutnya, dengan penyuluhan yang dilakukan itu diharapkan dapat membentuk karakter anti korupsi.

“Kita mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan, dari situ kita tanamkan nilai anti korupsi kepada siswa. Kegiatannya itu namanya Jaksa Masuk Sekolah, untuk tahun ini kami sudah menyasar belasan sekolah di tiga wilayah,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, dengan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah diharapkan tumbuh mental anti korupsi sedini mungkin pada siswa-siswi.

“Jadi kita ingin menyuarakan kepada para pelajar bahwa korupsi itu merusak sendi-sendi perekonomian. Mereka itu calon pemimpin bangsa, jadi bila besok jadi pejabat ada benteng untuk tidak melakukan korupsi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti. Ia meminta agar seluruh pejabat pemerintah di Musi Rawas tidak tertarik mengembat uang rakyat.

“Setiap Senin kita rapat evaluasi, di sana kita membahas masalah terkini seputar kemajuan Musi Rawas. Jadi kalau ada kejadian-kejadian yang buruk terjadi pada Kades maupun kepala OPD dan pejabat lainnya, maka kita sudah tetapkan langsung diproses sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” kata Suwarti, Jumat (8/12).

Karena, lanjut Suwarti, contoh buruk yang sudah terjadi yaitu salah satu Kades yang melanggar peraturan maka langsung dipecat.

“Langsung kita pecat, jadi tidak pandang buluh lagi. Ini zaman sudah maju, jadi kalau tidak transparan dalam menggunakan uang rakyat, tunggu saja waktunya. Karena, tidak manusia, Allah yang melihat,” tegasnya.

Penegasan ini dilakukan oleh Suwarti, karena banyak sekali kejadian-kejadian negatif di berbagai daerah.

“Ayo kita contoh desa yang bagus maju, dan pejabatnya tidak banyak korupsi,” tutupnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita