Info Sebenarnya, Soal Viral Isu Percobaan Pembunuhan dan Kriminalisasi Wartawan

LINGGAUPOS.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Banyuasin membantah dengan tegas beredarnya kabar tentang percobaan pembunuhan, terhadap seorang wartawan berinisial RP dalam pengrebekan di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Narkoba Polres Banyuasin Iptu Jatrat Tunggal mengatakan kronologis sebenarnya yang terjadi pada saat itu.

Dijelaskannya, bermula pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya beberapa orang yang melakukan transaksi jual beli dan mengkonsumsi sabu di pondok kebun karet Dusun I Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau bayur Kabupaten Banyuasin, Kamis (27/05/2021).

“Mendapatkan informasi tersebut kami langsung melakukan penyelidikan, ternyata Informasi tersebut memang benar adanya. Lalu Sabtu (29/05/2021) sekira Jam 19.00 Wib kami lakukan penggerebekan  di pondok tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Jatrat, pada saat penggrebekan tersebut, di dalam pondok ada empat orang laki-laki sedang mengkonsumsi sabu.

“Tetapi tiga orang berhasil melarikan ke dalam kebun karet. Hanya satu orang yang berhasil diamankan. Yaitu RP,”  imbuhnya.

Di lokasi kejadian tidak ada perempuan, hanya empat orang laki-laki, tiga orang berhasil kabur dan satu tertangkap.

“Saat diamankan dan ditanya petugas kepolisian, orang yang tertangkap tersebut mengaku seorang jurnalis berinisial RP dan saat diamankan yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan,”ungkapnya.

Dari penggeledahan di dalam pondok tersebut, ditemukan barang bukti berupa dua buah pirek kaca yang masih terdapat sisa narkotika diduga yang diduga jenis shabu, dua buah bong atau alat hisab yang terbuat dari botol minuman fanta, tujuh buah pirek kaca kosong, 10 buah jarum, satu ball plastik klip kosong, satu buah parang dan satu buah kotak plastik warna putih.

“Kemudian saudara RP,  berikut barang bukti kami bawa keluar dari kebun menuju jalan utama (pemukim warga) berjarak sekitar 200 meter dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Namun, dalam perjalanan keluar dari kebun tersebut, petugas dihadang oleh dua orang laki laki yang membawa samurai sambil berteriak agar warga Tebing Abang keluar dan menutup jalan.

“Kemudian kedua orang tersebut kami ajak negosiasi dan samurai yang mereka bawa berhasil kami amankan,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Jatrat, pihaknya melanjutkan perjalanan keluar dari kebun karet tersebut. Sesampainya di jalan utama (pemukiman warga), ternyata pihaknya telah ditunggu oleh warga yang kemungkinan ada anggota keluarga dan teman-teman dari saudara RP dengan membawa senjata tajam jenis parang dan samurai.

Salah seorang berinisial AS berteriak bahwa rombongan kepolisian adalah rampok dan kembali berteriak agar semua warga Desa Tebing Abang keluar menghadang jalan.

“Melihat hal tersebut, Saudara RP langsung berontak dan berteriak-teriak memanaskan suasana kalau dirinya dianiaya.  Warga yang mendengar teriakan itu membuat situasi jadi memanas,” tambah Kasat Narkoba.

“Kemudian kami melakukan negosiasi untuk meredakan suasana. dikarenakan situasi malam hari dan akses jalan keluar masuk hanya satu jalan, serta situasi tidak kondusif dan kalah jumlah, akhirnya kami keluar dari desa tebing Abang dengan tidak membawa saudara RP,”jelasnya.

“Jadi itulah kejadian sebenarnya dilapangan. Tidak ada yang melakukan percobaan pembunuhan dan melakukan kriminalisasi. Apalagi menodongkan pistol terhadap ibu dari saudara RP. Semua itu tidak benar dan tidak sesuai dengan kejadian sesungguhnya,” timpalnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti dan untuk status dari saudara RP sendiri akan gelar perkara, mengumpulkan barang bukti dan saksi.

“Nanti dari gelar perkara tersebut akan ditentukan apakah yang bersangkutan pantas jadi  DPO atau tidak,” katanya.

Mengenai status hukuman yang akan dilakukan terhadap AS yang diduga telah memprovikasi warga dan dua orang lainnya yang menggunakan senjata tajam berupa parang dan pedang, Jatra menegaskan akan bekerjasama dengan Sateskrim Polres Banyuasin untuk melakukan gelar perkara.

“AS dan dua orang yang pemilik senjata tajam kasusnya akan di koordinasikan dengan Reskrim untuk ditindaklanjuti apakah ada tindak pidananya atau tidak atas kepemilikan kepemilikan sajam dan provokasi masyarakat,” tandasnya.

Terpisah Ketua PWI Banyuasin Diding Karnadi SH megaku telah mendengar adanya peristiwa tersebut namun ia belum berani menyimpulkan mengenai kasus tersebut.

“Kalau berkaitan tugas jurnalistik siapapun dia, meskipun bukan anggota PWI wajib kita bela, namun, bila kaitanya kasus tindak pidana apalagi menyangkut narkoba itu ranah aparat penegak hukum” tegasnya.

“PWI wajib mengibarkan bendera perang dengan narkoba,” tegas Diding.(rilis)

Rekomendasi Berita