oleh

Indonesia Masters 2019 : Wakil-Wakil Merah Putih Tembus Babak Utama

JAKARTA – Wakil Merah Putih terus berhamburan untuk bisa meraih tiket babak utama Indonesia Masters 2019 yang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta.

Dari nomor tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro dan Shesar Hiren Rhustavito sukses merebut tiket ke babak utama (32 besar) turnamen Indonesia Masters 2019.

Mereka berdua berhasil memetik kemenangan atas lawannya masing-masing saat berlaga di babak kualifikasi kedua (R2-Qualification), Selasa (22/1) kemarin.

Sony sendiri berhasil merebut tiket babak utama itu usai mengalahkan kompatriotnya, Chico Aura Dwi Wardoyo. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 58 menit itu, Sony yang kini bertengger di peringkat 56 dunia berhasil mengalahkan Chico dengan skor 10-21, 21-6 dan 21-14.

“Chico merupaka pemain muda dengan kecepatan dan kekuatan yang ada. Dia juga memiliki permainan yang bagus, namun soal strategi, mungkin saya lebih unggul. Ini adalah pertemuan ketiga kamisetelah pertandingan di Surabaya tahun lalu,” ungkap Sony usai pertandingan.

Di babak pertama, Sony akan berhadapan dengan wakil Merah Putih lainnya yakni, Shesar Hiren Rhustavito yang berhasil melangkah ke babak utama tersebut dengan mengalahkan wakil Malaysia, Iskandar Zulkarnain dengan dalam dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-15.

“Saya sudah pernah berhadapan dengan Shesar dengan hasil menang dan kalah. Untuk pertandingan itu, saya harus bisa bermain rileks dan istirahat yang cukup. Karena, Shesar sudah kembali ke pelatnas, tentunya program latihannya sudah bisa lebih terkendali,” tutur Sony.

Hal yang sama juga diungkapkan, Shesar. Menurutnya, pebulu tangkis yang kinin bertengger di posisi 57 dunia itu, dirinya akan lebih mempersiapkan diri, mulai dari strategi dan stamina untuk melawan Sony. Hal itu mengingat, Shesar masih kalah dalam rekor pertemuan 1-2 dari Sony.

“Saya akan lebih persiapakan mental dan strateginya saja. Sekarang kan saya di pelatnas Lagi, tentunya saya ingin memberikan yang terbaik, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan lagi,” tutur Shesar.

Namun sayang, langkah positif Sony dan Shesar tak mampu diikuti oleh Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang gagal meraih tiket babak utama usai kalah dari wakil Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk dengan skor 17-21, 21-19 dan 11-21 di babak kualifikasi kedua.

Sedangkan di nomor tunggal putri, Ruselli Hartawan, Dinar Dyah Ayustine dan Yulia Yosephine Susanto juga lolos ke babak utama.

Ruselli yang kini bertengger di peringkat 48 dunia berhasil lolos ke babak utama usai mengalahkan wakil Taiwan, Chiang Ying Li dalam waktu 29 menit dengan dua set langsung 21-7 dan 21-19.

Dalam pertemuan sebelumnya di Thailand Masters 2019, Ruselli juga menang atas Chiang, dengan skor tipis dalam permainan tiga game, 21-15, 22-24 dan 21-17.

“Hari ini saya maunya lebih percaya diri karena saya baca catatan yang saya buat waktu habis melawan dia di Thailand. Saya lebih tahu mau main apa. Isi catatannya apa? Rahasia, ha ha ha. Ya kurang lebih soal kelemahan dan keunggulan lawan, dan kebiasaan-kebiasaan dia,” ungkap Ruselli seperti dikutip situs resmi PBSI, Selasa (22/1) kemarin.

Pada babak utama, Ruselli akan berhadapan kembali dengan wakil Taiwan, Pai Yu Po. Dalam pertandinga itu, Ruselli mengaku akan lebih mewaspadai keunggulan Pai Yu Po yang memiliki postur tinggi. “Di babak utama saya akan bertemu Pai Yu Po, saya harus waspada dengan jangkauannya karena dia posturnya tinggi. Pukulannya juga tajam,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap bisa meningkatkan capaian prestasi seperti kedua rekan sepelatnasnya, Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung. Mengingat ketiganya tunggal putri pelatnas ini sama-sama berstatus tunggal putri dengan SK Prioritas, yang artinya diprioritaskan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

“Ada sih perasaan beban, kok saya belum bisa seperti mereka? Tapi saya jadikan ini sebagai motivasi supaya bisa seperti Fitri dan Grego,” tutur Ruselli.

Sedangkan, Dinar berhasil melangkah ke babak utama usai mengalahkan kompatriotnya sendiri, Aurum Oktavia Winata dengan skor 21-16 dan 21-2. Berikutnya, Yulia Yosephin Susanto harus bertarung 40 menit untuk menundukkan wakil Belgia, Lianne Tan, dengan skor 21-19, 21-12.

Dari nomor ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga berhasil melangkah ke babak utama usai mengalahkan Rodion Alimov/Alina Davletova (Rusia), dengan skor 19-21, 21-17 dan 21-16 di babak kualifikasi.

Bagi Rehan, ini adalah pertama kalinya ia merasakan atmosfer Istora yang begitu luar biasa. Namun Fadia sudah beberapa kali bertanding di stadion ini saat bermain di nomor ganda putri bersama Agatha Imanuela.

“Merinding, karena baru pertama tanding di sini (Istora). Saya pernah main di WJC (world junior championships) di Jogjakarta, tapi tidak ‘segila’ di sini. Padahal ini babak kualifikasi, tapi penontonnya sudah ramai. Saya pikir, pendukung kami banyak, jadi ngapain takut menghadapi lawan,” ungkap Rehan.

“Di akhir-akhir permainan ada teriakan ‘habisin, habisin’, kadang ini bikin nafsu ingin menyerang dan mematikan lawan,” tambah peraih medali perak World Junior Championships 2018 ini.

Akan tetapi, Rehan/Fadia sudah harus mendapatkan kesulitan di babak utama nanti. Pasalnya ia harus mengadapi wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai yang saat ini sedang naik daun. Akan tetapi Rehan/Fadia mengaku tak gentar, mereka menginginkan pertarungan terlebih dahulu, meski mereka mengaku sang lawan memang cukup kuat.

“Lawan kami memang kuat, mereka lebih unggul dari segi pengalaman. Pokoknya kami mau fight dulu,” tegas Fadia.

Pasangan ganda campuran lainnya, Andika Ramadiansyah/Annisa Saufika juga lolos ke babak utama. Ramadiansyah/Annisa lolos usai mengalahkan wakil Vietnam, Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao, dengan skor 21-15 dan 21-9.

Sayangnya, di nomor ganda putra, Akbar Bintang Cahyono/Moha Reza Pahlevi Isfahani belum berhasil menjajaki babak utama usia dikalahkan wakil Thailand, Inkarat Apisuk/Tanupat Viriyangkura, lewat pertandingan tiga game, 21-8, 15-21 dan 16-21. (gie/fin/wsa)

Rekomendasi Berita