oleh

Indonesia Kembali Berduka

PANDENGLANG– Belum selesai rehabilitasi di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia kembali berduka.  Tsunami menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Serang, dan Lampung Selatan. Berdasarkan kerterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 43 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Tsunami terjadi pada pukul 21.27 WIB, Sabtu (22/12/2018).  Faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara  pasti.

”Ya, 43 dinyatakan meninggal, 486 mengalami luka-luka sementara dua dinyatakan menghilang. Bencana ini  kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama,” terang Sutopo yang dipertegas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/12/2018).

Dua kombinasi tersebut, lanjut dia, menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. BMKG masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebabnya.”Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data,” terangnya.

Kabupaten Pandegelang segera akan ditetapkan dengan status tanggap darurat melihat kondisi ini. ”Kami masih terus melakukan komunikasi dengan Bupati Pandeglang untuk peningkatan status ini,” terangnya.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat sembilan hotel mengalami rusak berat dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita. ”Untuk di wilayah Lampung Selatan daerah Kalianda yang terdampak. Sedangkan di Kabupaten Serang di Kecamatan Cinangka,” imbuhnya.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

”Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan,” imbuhnya.

 Istri Vokalis Seventeen Belum Ditemukan

Sementara, dari peristiwa ini, dikabarkan basis grup band Seventeen ikut jadi korban tsunami saat tampil dalam konser di Tanjung Lesung Beach Resort.

Band berpersonelkan Bani (bass), Yudhi (gitar), Herman (gitar), Andi (drum), dan Ifan (vokal) sempat dikabarkan hilang pada saat kejadian malam tadi. Pagi ini, vokalis Seveenteen Riefian “Ifan” Fajarsyah menyampaikan jika basis mereka dan salah satu krew meninggal dunia.

”Kita kehilangan basis kita Mas Bani dan road manajer kita Oki,” terang Ifan dalam video di Instagram @ifanseventeen sembari menangis.

Dia juga menyampaikan istrinya Dylan Sahara, Herman dan Andi belum ditemukan. Dia pun meminta doanya agar mereka segera ditemukan. ”Minta doanya cepat ditemuin dan iklas doanya buat Bani sama Oki. Selain itu semua selamat walaupun patah-patah dan luka,” katanya. (fin/ful)

Sumber : https://fin.co.id/2018/12/23/indonesia-kembali-berduka/

Rekomendasi Berita