oleh

Calon Incumbent Masih di Atas Angin

LINGGAU POS ONLINE – Berkaca dari Pilkada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Indonesia pada umumnya, peluang incumbent untuk menang memang besar. Incumbent selalu di atas angin.

Hal itu diungkapkan Pengamat Politik yang juga Rektor Universitas Taman Siswa Palembang, Dr Joko Siswanto, tadi malam (5/9).

“Ya, kalau melihat Pilkada di Sumsel incumbent selalu menang. Jadi kalau Pak Syarif Hidayat maju, sekalipun bukan dengan pasangan lama (H Devi Suhartoni, red) ya masih di atas angin juga. Jadi bagi pesaingnya, jelas berat,” terang bapak yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) itu.

Kemenangan itu diraih, karena incumbent punya kesempatan lebih luas berhubungan dengan masyarakat dan dengan konstituen. Disamping itu, mereka juga didukung dengan fasilitas. Faktor-faktor inilah yang mendukung incumbent bisa jadi pemenang,” jelasnya.

Meski begitu, Joko tetap memberikan catatan tersendiri untuk penyelenggaraan Pilkada khususnya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Musi Rawas.

“Kompetisinya di dua wilayah ini terlalu panas. Oleh karena itu, hal ini harus disikapi dengan bijak. Artinya KPU mengantisipasi jauh-jauh hari. Mulai dengan mengidentifikasi problematika apa yang akan muncul sehingga diantisipasi tindakan pencegahannya. Bisa dianalisa dari kasus yang seringkali menimbulkan konflik, dipetakan, dari sisi masyarakat, tokoh dan calonnya seperti apa. Jadi jelas dalam menentukan sikapnya, didasari kajian pengalaman yang sudah-sudah. Politik itu memang panas tapi jangan sampai merugikan semua pihak,” pesannya.

Sementara saat diwawancara Linggau Pos, Bupati Muratara H Syarif Hidayat menyatakan ia belum ingin berkomentar apa-apa kaitannya dengan Pilkada.

Termasuk ketika ditanya tentang kemungkinan memilih pasangan H Zainal Arifin.

“Jangan dulu lah (bicara Pilkada, red). Saya masih konsentrasi ingin maksimal melayani masyarakat Muratara. Nanti ada waktunya untuk itu,” terang H Syarif Hidayat singkat.

Seperti kita ketahui, empat hari membuka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muratara periode 2020-2025, lima calon sudah mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP Kabupaten Muratara.

Dari lima calon yang mengambil formulir, tiga diantaranya mengambil formulir untuk calon bupati. Yakni ada Andi Wijaya untuk calon pertama kalinya yang mengambil formulir pada hari pertama dibukanya penjaringan. Disusul calon incumbent, HM Syarif Hidayat dan ketiga Iskandar Muin.

Sedangkan dua calon lainnya, mengambil formulir untuk calon wakil bupati, yakni H Zainal Arifin dan Aman Nadiyanto. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Muratara, Devi Ariyanto saat dibincangi, Kamis (5/9).

Saat ini ditegaskan Devi, pihaknya masih tetap menunggu baik kader maupun non kader untuk mengambil formulir pendaftaran.

“Karena penjaringan kita buka, hingga 23 September mendatang. Penjaringan terbuka untuk siapapun, selagi memenuhi persyaratan,” tegas Devi.

Siapapun yang mendaftar dilanjutkan Devi, diharapkan tetap mengikuti mekanisme yang ada.

“Ya ikuti saja mekanisme yang ada, dan segera daftar,” lanjutnya.

Lalu, bagaimana dengan ia sendiri? Apakah akan ikut mendaftarkan diri selaku kader potensial di DPC PDIP.

“Ya pasti saya daftar, tapi nanti pada akhir saja. Biarkan yang lain dulu,” tegasnya.

Tanggapan H Zainal Arifin
Ingin Bantu Membangun Muratara

Nama H Zainal Arifin menjadi perbincangan  publik, pasca menyatakan diri akan maju saat Pilkada Muratara 2020 mendatang. Bahkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muratara ini sudah mengambil formulir penjaringan sebagai Calon Wakil Bupati di Kantor DPC PDI Perjuangan Muratara.

Dibincangi terkait kesiapanya maju di Pilkada mendatang, mantan Sekda Kabupaten Muratara ini hanya menjawab dengan ucapan Insya Allah.

Ia mengakui, kini sedang membangun kepercayaan dengan incumbent, HN Syarif Hidayat. Tidak heran, nama keduanya sudah mulai diperbincangkan akan berpasangan saat Pilkada nanti.

“Saat ini kami yakinkan beliau, niat ini memang betul-betul datang untuk membantu beliau dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Muratara,” tegas Zainal Arifi, Kamis malam (5/9).

Saat ini diakui Zainal, ia ikuti tahapan yang ada. Salah satunya, mendaftar dalam penjaringan bakal calon yang dilaksanakan oleh DPC PDI-P. “Siapa tahu, pertimbanganya nanti jatuh ke kita. Tidak perly muluk-muluk visi yang disampaikan, saya maju karena berkomitmen untuk membangun Muratara,” jelasnya.

Ia menceritakan, kenal Syarif Hidayat sejak beliau tugas di Kabupaten Mura. Mungkin Allah SWT yang menunjukan, hingga kini mereka bisa lebih dekat.

Zainal sendiri asal Kecamatan Rupit, dan pernah bertugas di Lubuklinggau.

“Awal karier saya pernah jadi Staff Puskesmas di Muara Rupit merangkap membawa mobil ambulance. Saat itu terbayang jadi kepala dinas saja tidak,  apalagi mau jadi Calon Wakil Bupati. Sejak awal kerja intinya saya  kerja ikhlas, tanpa pamrih. Niat saya ini menjadi semakin yakin, karena  saya ingin meningkatkan perekonomian masyarakat. Kalau diamanahkan, kami akan tingkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya kembali.

Laporan Sulis / Riena Fitriani Maris

Komentar

Rekomendasi Berita