oleh

Imigrasi Deportasi WNA Penjual Obat

MUARA ENIM – Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, Peng Changfu, yang diamkan di Bandara Silampari Lubuklinggau, Selasa (18/1) lalu, akhirnya Jumat (18/1) dideportasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Muara Enim, Telmayzul Syatri kepada Linggau Pos menjelaskan, Peng Changfu yang merupakan serahan Polres Lubuklinggau, tidak cukup bukti untuk dilakukan penindakan secara hukum melalui pengadilan. Makanya dilakukan tindakan administratif dan tangkal.

“Hari ini (kemarin, red), WNA ini kami deportasi. Dia dibawa ke Jakarta, selanjutnya langsung diterbangkan ke Tiongkok menggunakan pesawat Air Cina dengan tujuan Jakarta-Beijing,” terangnya, Jumat (18/1).

Menurutnya, saat proses pengantaran Peng dikawal petugas imigrasi sampai ke Jakarta untuk memastikan WNA ini benar-benar pulang ke negaranya.

“Peng dianggap melakukan pelanggaran, karena melakukan pengobatan dengan menjual obat-obatan tanpa dokumen,” ujarnya sambil menjelaskan, selama di Muara Enim, Peng ditempatkan di ruang detensi imigrasi.

Diketahui, Peng, masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan pada 8 Desember 2018. Visa yang bersangkutan akan berakhir pada 5 Februari 2019 mendatang, dan masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta.

Seperti diketahui sebelumnya, Peng Changfu, Petugas Polres Lubuklinggau, Selasa (15/1) mengamankan Peng Changfu (50), di Bandara Silampari.

Peng Changfu hendak melakukan perjalanan dari Lubuklinggau ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air. Namun saat pemeriksaan di Bandara Silampari, petugas bandara menemukan obat-obatan yang mencurigakan dan tidak dilengkapi dokumen.

Kemudian temuan ini disampaikan ke Polres Lubuklinggau, sehingga petugas Unit Pidsus langsung mengamankan Peng Changfu ke Mapolres Lubuklinggau.

Karena izin Peng Changfu adalah visa kunjungan bukan visa bekerja, maka yang bersangkutan diserahkan ke Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Selanjutnya WNA ini, langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim untuk diproses. (dlt)

Rekomendasi Berita