oleh

Ikut Salatkan Mbah Moen

LINGGAU POS ONLINE – Masjidil Haram Kota Mekkah telah diguyur hujan deras, Selasa (6/8). Saat jemaah turun dari Bus Shalawat, hujan turun. Cukup lebat.

Kabar ini disampaikan Kontributor Haji Linggau Pos, M Rais, kemarin. Selama lebih kurang 15 hari di Mekkah, katanya baru kali ini turun hujan. M Rais berharap hal itu bisa jadi berkah bagi jemaah.

Ia juga mengabarkan, kemarin merupakan hari terakhir operasional Bus Shalawat. Dengan begitu diharapkan, perjalanan Jemaah Calon Haji (JCH) ke Arafah mulai Jumat 9 Agustus 2019 makin lancar.

“Bus akan kembali beroperasi pada 15 Agustus 2019 atau 14 Zulhijah 1440 Hijriah,” kata M Rais.

Untuk itu dirinya mengimbau agar jamaah tidak memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram, dan lebih fokus pada pemulihan kebugaran fisik dan menyimpan energi untuk pelaksanaan wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan ibadah melontar jumroh di Mina.

“Ya, kami pastikan para jemaah untuk tidak pergi ke Masjidil Haram dulu,” jelasnya.

Pada hari yang sama, JCH asal Kota Lubuklinggau juga mendapat informasi wafatnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Maimun Zubair alias Mbah Moen di Mekkah,  pukul 04.17 WAS.

Kyai Haji Maimun Zubair atau yang dikenal dengan nama Mbah Moen wafat pada usia 90 tahun.

“Selepas Salat Zuhur kami menunaikan Salat Gaib untuk Alm Mbah Moen. Kalau petugas, untuk menyalatkan langsung tidak ada. Namun, ada beberapa jemaah yang ikut,” jelasnya.

Kontributor Haji, Ari Narsa menambahkan Salat Gaib yang dilakukan JCH hampir setiap sesudah Salat Fardhu. Sebab, nyaris setiap hari ada saja JCH yang meninggal dunia.

Sementara Kontributor Haji, Abdullah mengatakan hanya petinggi daker dan sektor yang menyalatkan jenazah Mbah Moen. Pelepasan jenazah Alm KH Maimoen Zubair dilakukan di Kantor Daker Makkah.

“Menurut informasi yang saya dapat, selain Mbah Moen kiai sepuh kita, beliau juga sangat disegani di Arab Saudi. Kami Salat Gaib saja,” imbuhnya. (rrf/dlt/lik)

Rekomendasi Berita