oleh

IKMS Bakti Sosial Donor Darah

LUBUKLINGGAU – 26 kantong darah dikumpulkan dalam aksi sosial donor darah yang diadakan Ikatan Keluarga Mahasiswa Silampari dan Samsat Kota Lubuklinggau, Minggu (23/12). Puluhan warga yang mengikuti Car Free Day (CFD) mengapresiasi kegiatan ini, dan antusias mendonorkan darah.
Ketua Panitia Pekan Gebyar Silampari (PGS) IKMS Kota Lubuklinggau, Venus menjelaskan, donor darah ini rangkaian kegiatan PGS ke-6.

“PGS ke-6 kami awali dengan IKMS Goes to School ke SMA/MA dan SMK di Kota Lubuklinggau. Kali ini donor darah bersama PMI Kota Lubuklinggau,” imbuh Venus.

Menurutnya, tujuan dari diadakannya kegiatan donor darah sebagai pelaksanaan agenda dari PGS tahun 2018 oleh mahasiswa Universitas Sriwijaya. Melalui IKMS, para mahasiswa ini membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan darah.

“Ini juga wujud kepedulian kami sebagai mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Sementara Humas PGS ke-6, Sakinah menjelaskan, anggota IKMS berharap dengan kegiatan donor darah ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Kota Lubuklinggau.

“Karena hal kecil yang kita lakukan dapat memberikan pengaruh yang besar bagi orang lain. Satu tetes darah sangat berarti bagi orang yang membutuhkan,” jelasnya.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (Unsri) itu menjelaskan, donor darah secara teratur dapat menurunkan kekentalan darah. Kekentalan darah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Semakin kental darah yang mengalir dalam tubuh, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya gesekan antara darah dan pembuluh darah. Gesekan yang terjadi pada pembuluh darah ini dapat merusak sel-sel dinding pembuluh darah yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko terjadinya sumbatan pembuluh darah.

Selain itu, manfaat donor darah juga dapat membantu membuang kelebihan zat besi yang terdapat dalam tubuh. Zat besi yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan oksidasi kolesterol. Hasil dari proses oksidasi tersebut dapat menumpuk pada dinding arteri dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Melalui donor darah, kadar zat besi dalam tubuh dapat menjadi lebih stabil dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Maka, setiap kali akan mendonorkan darah, akan menjalani pemeriksaan dasar rutin seperti pemeriksaan berat badan, suhu, nadi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin.

Dengan menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sipilis, dan malaria. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit melalui transfusi. (lik)

Rekomendasi Berita