oleh

IKM Perkenalkan Permainan KIM

LINGGAU POS ONLINE, JAWA KANAN SS – Kesenian Indang Minang atau yang biasa dikenal dengan KIM, salah satu permainan khas Minang yang sangat unik. Bagaimana tidak, hanya permainan KIM yang bisa menggabungkan hiburan musik sekaligus dengan permainan berhadiah. Permainan ini dimainkan, saat peringatan HUT IKM di Ballroom SMart Hotel, di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Sabtu (9/12) malam.

Salah satu orang peserta KIM, Aditya Koto (34), saat dibincangi mengaku baru mengetahui permainan khas Minang tersebut. Satu tahun lalu, tepatnya 9 Desember 2016, ia baru pertama kalinya menyaksikan permainan ini,

“Pertama kali saya mengikuti permainan ini, saat kuliah. Ketika itu, ada acara dari Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Palembang,” ungkapnya.

Saat perayaan HUT KIM Kota Lubuklinggau, ratusan warga Minang ikuti permainan ini. Karena jarang dipermainkan, permainan ini juga cukup unik.

“Kita tidak mengharap hadiahnya, tetapi kebersamaan warga Minang di Kota Lubuklinggau ini yang terpenting. Apalagi, ikatan keluarganya sangat kuat,” ungkapnya.

Terbukti, semua yang ikut permainan ini sangat antusias dan larut saat memainkannya.

“Saya dan beberapa teman Minang berkesempatan lagi mengikuti permainan ini pada acara HUT IKM ke-40. Kami mengucapkan selamat dan sukses pengukuhan IKM Lubuklinggau,harapannya semoga keluarga Minang silaturahminya terjalin terus dan jangan tinggalkan adat istiadat Minang,salah satunya permainan Kim ini,” harapnya

Sementara itu Ketua Panitia HUT IKM Kota Lubuklinggau, Rinaldi Efendi mengatakan, acara permainan KIM ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Keluarga Minang (IKM) yang ke-40,guna untuk memperkuat silaturahmi keluarga Minang,” katanya.

“Banyak hadiah yang dibagikan untuk para pemenang KIM ini seperti sepeda, kulkas, mesin cuci, kompor gas, megic com, kipas angin, setrika, TV, dan pernak-pernik lainnya,” ujar Renaldi.

Peserta Minang bukan dari Kota Lubuklinggau saja, tetapi luar daerah dari Rejang Lebong, Musi Rawas, Muratara, dan juga DPIKM Jakarta.

“Ya, kami mengundang para peserta berbagai daerah bukan dari Kota Lubuklinggau saja, lebih kurang ada 500 peserta permainan KIM,” jelasnya

Sejarah Kesenian Indang ini berasal dari daerah yang sama dengan Tari Indang, yaitu Minangkabau. Awalnya permainan KIM diadakan pada acara kenduri pernikahan. Sekarang permainan kuis berhadiah ini seringkali diadakan sebagai hiburan dalam acara reuni dan halal bi halal.

“Salah satu kebiasaan dalam acara pernikahan di Minangkabau adalah kehadiran hiburan Organ Tunggal. Hiburan ini menjadi salah satu identitas bagi yang punya kenduri. Keberadaan hiburan musik ini menandakan bahwa mereka berasal dari keluarga yang berada,” bebernya.

Cara main KIM ini, peserta dibagikan kupon yang terdiri dari angka 1 hingga 99 yang tersusun acak. Tugas pemain adalah menandai angka yang disebutkan oleh tukang dendang. Sambil bernyanyi dan berpantun, biasanya tukang dendang akan mencabut lot dan menyelipkan angka dalam lot tersebut dalam lirik lagunya.

“Kupon KIM sebelum dan sesudah diisi Peserta menandai satu persatu angka yang disebutkan tukang dendang. Apabila angka yang ditandai telah penuh satu garis (seperti pada kupon), maka ialah pemenangnya dan permainan berakhir,” tutupnya.(CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita