oleh

Ikan Rawan Mati Pada Musim Penghujan

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Setiap ikan mempunyai ketahanan beradaptasi dengan lingkungan dan keasaman yang bervariasi.

Dihimpun dari berbagai sumber, Ikan memiliki ketahanan terhadap keasaman air yang sempit akan cepat mati saat keasaman air berubah dengan mendadak.

Kondisi inilah terkadang dialami para peternak ikan konsumsi seperti ikan Lele, Nila, Emas, dan Bawal serta Gurami. Saat musim hujan, terutama jika ikan tersebut masih kecil. Beberapa peternak ikan terkadang menjumpai ikannya mati secara massal. Pasalnya ikan jenis tersebut tidak tahan terhadap perubahan keasaman air secara tiba-tiba.

Seperti dikatakan Muslim, salah satu Pembudidaya Ikan. Ia mengatakan perubahan keasaman pada kolam sebagian besar disebabkan oleh air hujan yang masuk ke dalam kolam. Apalagi jika air hujan sudah tercampur dengan berbagai gas di udara yang menyebabkan keasaman semakin tinggi.

“Menghindari hal itu terdapat dua cara yang harus dilakukan peternak ikan. Diantaranya memasang atap dan memberikan garam pada kolam. Pemberian atap bertujuan agar air hujan tidak langsung masuk ke dalam kolam. Kendati demikian atap sebaiknya diberi yang transparan hal ini karena ikan juga membutuhkan sinar Matahari,” ungkap Muslim, Minggu (19/11).

Muslim meneruskan peternak ikan juga dapat memberi garam pada kolam. Garam yang digunakan bisa menggunakan garam dapur atau garam khusus ikan. Garam khusus untuk ikan lebih direkomendasikan karena kandungannya murni NaCl (tanpa iodium) yang lebih aman untuk ikan.

Dengan memberi garam pada kolam maka akan mempertahankan keasaman air, pasalnya garam bersifat sebagai buffer atau penjaga keasaman larutan.

“Dosisnya setengah ons per meter kubik. Dengan begitu maka peternak dapat menghitung sendiri kebutuhan garamnya,” kata Muslim.

Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas air. Tujuannya agar ikan-ikan yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik. Caranya dengan mengganti air sebulan sekali. Penggantian air juga harus dilakukan dengan benar. Air yang diganti hanya sepertiga dari jumlah air yang ada di kolam.

“Kualitas air yang jelek adalah air yang berada di bawah, maka buanglah sepertiga air bagian bawah dan ganti dengan yang baru. Dengan begitu maka ikan tidak akan stres dan hidup dengan sehat,” tutupnya. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita