oleh

IKA Muratara Kompak Dukung NanSuko

Ketua IKA Muratara H Ahmad Baidjuri Asir menyerahkan plakat bukti dukungan keluarga besar IKA Muratara Kota Lubuklinggau terhadap NanSuko, dengan doa agar sukses memimpin kembali Kota Lubuklinggau Periode 2018-2023, Sabtu (6/1).

Doakan NanSuko Kembali Memimpin Lubuklinggau

DIAWALI dengan lantunan ayat suci Alquran, Deklarasi Dukungan IKA Muratara pada Pasangan NanSuko, Sabtu (6/1) berlangsung dengan lancar. Momen kebersamaan itu dihadiri sejumlah tokoh tetua maupun muda Muratara. Diantaranya, Penasihat IKA Muratara H Tarmizi Yusuf, H Firdaus Taufik Wahid, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Hasbi Asadiki, Ketua DPRD Kabupaten Muratara Efriansyah, jajaran anggota legislatif Muratara, H Sudirman Masuli, Zainal Abidin Karang Jaya, Ustadz Inayah, ratusan mahasiswa dari Muratara yang kuliah di Kota Lubuklinggau dan masih banyak lagi.

Diungkapkan H Tarmizi Yusuf, dukungan yang diberikan IKA Muratara untuk NanSuko hasil dari musyawarah yang dilakukan IKA Muratara Agustus 2017 lalu, di rumah penasihat IKA Muratara Kota Lubuklinggau, Drs H A Karim AR. Untuk menyikapi Pemilihan Walikota Lubuklinggau periode 2018-2023.

“Kami sepakat mendukung, karena memang besar pencapaian yang ditunjukkan NanSuko selama memimpin Kota Lubuklinggau lima tahun pertama ini,” terang H Tarmizi Yusuf.

Diantara kesepakatan yang dihasilkan pada musyawarah IKA Muratara, yakni apabila ada calon yang memiliki hubungan emosional terdekat dengan Muratara perlu untuk didukung dalam Pemilihan Walikota Lubuklinggau periode 2018-2023. Selain kedekatan, perlu dipertimbangkan juga tentang kemampuan pasangan tersebut dalam membangun Kota Lubuklinggau.

Sejauh ini, kata Tarmizi, yang diketahui ada tiga pasang calon yang akan maju dalam Pilkada Lubuklinggau Juni 2018 ini. Pertama, NanSuko, kedua Rustam Efendi dan Riezky Aprilia dan ketiga, Pasangan Toyeb Rakembang dan Sofyan.

“Dan berdasarkan musyawarah yang matang, pertimbangan yang maksimal, kami sepakat mendukung penuh NanSuko untuk kembali memimpin Kota Lubuklinggau. Ini bukan tanpa alasan,” jelas Tarmizi.

NanSuko, jelasnya, lebih memenuhi persyaratan sebagaimana kesepakatan awal yakni memiliki hubungan emosional terdekat dengan Muratara. Salah satunya istri H SN Prana Putra Sohe yaitu Hj Yetti Oktarina berasal dari Muara Rupit. Sementara H Sulaiman Kohar, kedua anak kandungnya menikah dengan orang asal Desa Maur dan Desa Muara Rupit. NanSuko, imbuh Tarmizi, merupakan pasangan yang sangat serasi, sampai akhir masa jabatan yang sangat jarang terjadi pada pasangan kepala daerah lainnya.

“IKA Muratara juga menilai, karena kekompakan itu mampu mengubah wajah Kota Lubuklinggau seperti sekarang ini. Seperti banyaknya pembangunan dibidang keagamaan. Seperti bantuan pembangunan 167 masjid dari 203 masjid yang ada. Belum termasuk rencana bantuan tahun 2018. Bantuan terendah sebesar Rp 25 juta dan tertinggi mencapai Rp 450 juta. Dan total bantuan yang telah dikucurkan Rp 13.965.000.000 untuk pembangunan masjid di Kota Lubuklinggau,” paparnya.

Tak hanya itu, NanSuko selama memimpin Kota Lubuklinggau lima tahun ini juga memberangkatkan 750 orang ibadah umrah. Meliputi penyapu jalan, tukang ojek, marbot masjid, imam masjid, tukang becak, guru ngaji, pengurus pesantren, pemimpin organisasi pemuda dan lain-lain. Bahkan, juga mengucurkan dana insentif setiap bulan untuk 203 imam dan marbot masjid.

Tanpa merusak nilai-nilai peninggalan sejarah (karena Subkoss tetap terpelihara), Kepemimpinan NanSuko periode I merenovasi Masjid Agung As-Salam baik dalam bentuk fisik maupun fungsi. Dalam bentuk fisik menyatukan Lapangan Merdeka dengan masjid menjadi Taman Kurma. Nonfisik menjadikan sebagai tujuan wisata religius.

Lalu, pesantren dengan sentuhan dana pembangunan yang cukup besar. Di-support untuk melaksanakan kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Selain itu, penataan kawasan wisata, sebelumnya masyarakat kurang minat untuk mengunjungi kawasan wisata yang ada. Selain masalah keindahan juga masalah keamanan. Kawasan wisata tersebut disiapkan sehingga mampu menarik minat untuk dikunjungi tidak hanya masyarakat Kota Lubuklinggau, tetapi juga antar daerah. Kawasan wisata tersebut, diantaranya Bukit Sulap, Air Terjun Temam, Kampung Warna-warni dan Kampung Bersih (Desa Rahma). Selain itu, berbagai event wisata seperti Festival Gendang Melayu Nusantara, Arum Jeram, Sepeda Gunung, Road Race, juga mampu mendatangkan pengunjung dan peserta dari dalam dan luar negeri.

Pesatnya kemajuan sektor wisata juga tidak terlepas dari kebijakan izin usaha tuntas satu hari, sehingga mampu menarik minat wisatawan yang cukup besar. Terbukti banyak toko swalayan maupun perhotelan yang berdiri, yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Dari sisi pendidikan, penambahan insentif untuk guru honor, dan untuk guru yang belum sertifikasi. Begitu juga pembangunan perguruan tinggi seperti pembangunan gedung dan kendaraan bus mahasiswa untuk STKIP-PGRI, Unmura, STIE Mura dan STAI Bumi Silampari.

Sementara sarana perhubungan, lanjut Tarmizi, dilakukan perbaikan jalan dalam kota, pembangunan jalan lingkar, perbaikan jalan stasiun Kereta Api Lubuklinggau, mampu mendorong pembangunan Bandara Silampari sehingga dapat dilintasi pesawat berbadan lebar baik untuk tujuan Palembang maupun Jakarta.

Dari bidang kesehatan, Pemkot Lubuklinggau dengan inovasi NanSuko terus meningkatkan fasilitas RS Siti Aisyah, Pembangunan TS Pratama juga pengadaan mobil kesehatan (Puskesmas Keliling) mengunjungi pasien.

Dibidang kepemudaan, selain pembinaan organisasi kepemudaan, beberapa kegiatan kepemudaan yang mampu memecahkan rekor MURI antara lain, Ayo Minum Air, Pasukan Jihad Anti Narkotika, Gerakan Cuci Tangan Serentak, Bantuan Dana Bergulir Untuk UKM.

“Berbagai kegiatan mampu meningkatkan kunjungan ke Kota Lubuklinggau baik lokal maupun antar daerah, nasional dan internasional yang tentunya berdampak menumbuhkembangkan hotel, rumah makan/kuliner dan angkutan lokal,” imbuhnya. Bahkan, untuk meningkatkan gaya hidup sehat setiap minggu dibangun kawasan Car Free Day.

Puncak dari semua kegiatan-kegiatan tersebut, bermuara pada ditetapkannya Walikota Lubuklinggau sebagai penerima anugerah Leadership Award dari Menteri Dalam Negeri bersama enam walikota lainnya. Bersyukur, menyaksikan Walikota Lubuklinggau sejajar dengan Walikota Terbaik seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Walikota Bandung H Ridwan Kamil.

“Jadi IKA Muratara Kota Lubuklinggau kian memantapkan diri, menyatukan suara untuk bisa kompak dan tetap solid mendukung NanSuko Jilid II memimpin Kota Lubuklinggau periode 2018-2023,” tegasnya.

Paparan yang disampaikan H Tarmizi Yusuf diapresiasi oleh Ketua Harian Tim Pemenangan NanSuko, M Yusuf Ishak Mubie. Ia berkeyakinan, dengan kompak berkoordinasi dan berkomunikasi politik, baik kepada tim partai maupun lintas tim, pihaknya dari Tim Koalisi Linggau BISA dapat berkonsolidasi dalam memenangkan NanSuko Jilid 2.

“Saya minta, hindari keteledoran,” pintanya.

Pada kesempatan itu juga, H SN Prana Putra Sohe didampingi H Sulaiman Kohar mengungkapkan rasa terima kasih atas doa dan support IKA Muratara.

“Saya dan Pak Sulaiman Kohar memang tidak berdarah Muratara. Namun anak saya, dan cucu Pak Sulaiman Kohar, jelas pasti berdarah Muratara. Atas doa dan dukungan konkret ini, kami sangat berterima kasih,” jelasnya.

Ia bersyukur, bukan hanya warga Minang, Musi, Cul, dan IKA Muratara yang menunjukkan dukungannya pada NanSuko. Namun, Pujasuma dalam waktu dekat juga akan mendeklarasikan dukungannya untuk NanSuko.

Sepanjang lima tahun 2013-2018 memimpin Lubuklinggau, bapak yang karib dipanggil Nanan itu bersyukur, tak pernah ada perbedaan pendapat atau gap-gap antara dia dan pasangannya, H Sulaiman Kohar. Hal itu pula, yang menurut Nanan memperlancar proses pencapaian pembangunan Lubuklinggau. Meski ia menyadari, belum maksimal dan belum bisa memberi yang terbaik untuk seluruh warganya.

“Kami mohon maaf kalau kami belum bisa memberikan bantuan sesuai yang diharapkan. Tapi kami tetap akan berusaha melakukan yang terbaik,” imbuhnya.

Ungkapan ini juga dibenarkan H Sulaiman Kohar. Bahwa selama mendampingi Pak Nanan, ia meyakinkan tidak ada riak sedikit pun. Tidak mendengar selisih paham.

“Menjaga keharmonisan NanSuko ini salah satu wujud kecintaan kami pada masyarakat. Selain itu, memang saya terngiang dengan pesan-pesan para tokoh termasuk dari IKA Muratara yang menasihati kami sebelum maju Pilkada 2013 lalu. Berkat kekompakan ini, alhamdulillah 70 % lebih masyarakat puas dengan kinerja NanSuko periode I. Kami menyadari, pencapaian ini tidak akan tergapai tanpa dukungan dan doa keluarga serta masyarakat, termasuk IKA Muratara. Oleh karena itu, mari kita terus menjaga kesolidan ini, untuk berhasil dalam Pilkada Juni 2018 nanti,” ungkap Sulaiman Kohar.

Acara yang penuh kekeluargaan itu ditutup dengan doa untuk kemenangan NanSuko Jilid II. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita