oleh

IDI Penentu Kelulusan

Tes Kesehatan Bakal Paslon Kepala Daerah

LINGGAU POS ONLINE, PALEMBANG -Tiga bakal Pasangan Calon (Paslon) yang sudah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau, yakni H Toyeb Rakembang-Sofian, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar dan H Rustam Efendi-Riezky Aprilia telah selesai mengikuti rangkaian tes kesehatan.

Hal ini, disampaikan oleh Divisi Teknis KPU Kota Lubuklinggau, Gatot Widjianto, Sabtu (13/1).

Menurut Gatot, hasil dari pemeriksaan kesehatan tersebut, mulai dari pemeriksaan rohani oleh Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Juga tes bebas narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, pada Kamis (11/1), serta pemeriksaan kesehatan yang sudah dilakukan di Rumah Sakit Muhamad Husen Palembang, Sabtu (13/1) akan diumumkan pada tanggal 16 mendatang.

“Hasil dari rangkaian pemeriksaan tersebut, merupakan acuan kami untuk menetapkan mereka dari bakal calon ke calon, dan itu hasil pleno dari Himpsi, BNN dan IDI,” jelasnya.

Menurut Gatot, khusus untuk bakal Paslon dari perseorangan bila hasil rapat pleno tersebut menyatakan mereka tidak memenuhi syarat, akan langsung gugur. Tidak bisa diganti dengan nama lain, dikarenakan masyarakat mendukung mereka berdua, jadi tidak bisa diganti.

“Ini bukan diskriminasi, karena sudah diatur dalam PKPU No. 3 dan No. 15 Tahun 2017 tentang Pencalonan. Dan memang masyarakat sudah memberikan dukungan kepada mereka berdua,” ungkapnya.

Namun, untuk kandidat dari jalur parpol yakni H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar dan H Rustam Efendi-Riezky Aprilia, kalau ada salah satu di antara mereka ternyata ada yang tidak memenuhi syarat, bisa diganti dengan nama lain.

Terpisah bakal Paslon Walikota Lubuklinggau, H Rustam Efendi dan Riezky Aprilia mengatakan semua rangkaian tes kesehatan berjalan dengan lancar tinggal menunggu hasil yang akan diumumkan oleh KPU Kota Lubuklinggau.

“Sabtu (kemarin, red) kita melakukan tes secara menyeluruh, mulai dari tes paru-paru, gula darah, jantung, tes mata, THT, darah, dan lain-lainnya,” kata H Rustam Efendi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, berdoa saja semoga nanti tidak ada halangan.

“Alhamdulillah semua sudah selesai, kita tunggu saja hasil yang akan keluar. Insya Allah kalau memang tuhan merestui kita bersama tim, dan partai pendukung siap mengikuti Pilkada mendatang,” ucapnya.

Senada dengan itu, bakal Paslon Walikota, H SN Prana Putra Sohe dan Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar usai mengikuti rangkaian tes kesehatan. Ia pun mengaku, sudah mengikuti serangkaian kegiatan tersebut dengan baik.

“Sama seperti kandidat lainnya, dan semua rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan lancar. Insya Allah, hasilnya nanti baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel menurunkan 30 dokter spesialis untuk memeriksa kesehatan pasangan bakal calon kepala daerah yang maju pada Pilkada Serentak 2018. Terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, jantung, THT, mata, gigi, dan saraf.

Menurut Ketua IDI Sumsel, dr Rizal Sanif, di sela-sela tes kesehatan di RSMH Kota Palembang, tes pemeriksaan psikologi dan narkoba dilakukan langsung oleh BNN.

Dikatakan Rizal, tes kesehatan meliputi tes narkoba oleh BNN Provinsi, kesehatan rohani oleh psikolog dan medis yang dilakukan oleh 30 dokter khusus. Setelah semua rangkaian tes dilakukan, hasilnya nanti akan diputuskan oleh IDI Sumsel.

“Yang dicek itu, termasuk riwayat kesehatan yang pernah diderita. Kalau sudah selesai nanti akan diputuskan layak atau tidak, kalau tidak ya harus diganti. Tidak mungkin kesehatan tidak layak tapi akan menjadi pemimpin nantinya,” sambung Rizal.

Dilanjutkan Rizal, selain empat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur ada pula 35 Paslon dari 9 kabupaten/kota yang mengikuti tes kesehatan. Hal ini dikarenakan hanya RSMH yang memiliki standar berdasarkan peraturan KPU.

“Standarnya harus rumah sakit tipe A, kita bersyukur di Sumsel sudah ada RSMH yang bisa digunakan untuk tes. Mudah-mudahan semua Paslon sehat,” jelasnya.

Hasil tes kesehatan bakal dirapat pleno dan langsung diumumkan. Ia menjelaskan, pemeriksa kesehatan dilakukan langsung IDI, Himpsi (psikologi), dan BNN.

“Hasil pemeriksaan bersifat final dan mengikat. Bisa saja bakal calon kepala daerah tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumsel, Aspahani menjelaskan, ada cukup waktu untuk mengganti pasangan bakal calon jika tidak memenuhi syarat.

“Dari 10 pilkada serentak di Sumsel terdapat 39 bakal Paslon kepala daerah atau sebanyak 78 individu bakal calon kepala daerah yang sudah daftar ke KPUD setempat,” tuturnya.(09/19/11/05)

Komentar

Rekomendasi Berita