oleh

Idealnya Usai Sarapan dan Sebelum Tidur

Drg Dian Eka menerangkan, pihaknya menindaklanjuti secara serius fakta yang terungkap dari Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), Jumat (2/2) di Kelurahan Lubuklinggau Ilir.

“Karena rata-rata masyarakat yang didata hanya menggosok gigi pada saat mandi saja. Padahal, idealnya menggosok gigi itu wajib dilakukan setelah makan dan sebelum tidur,” jelasnya, Sabtu (3/2).

Tujuannya, untuk menghilangkan partikel makanan, dan menjaga gusi supaya bersih, membantu untuk menyingkirkan plak yang menyebabkan pembusukan, dan membuat napas menjadi segar. Sikat gigi yang tepat dan rutin dapat mencegah gusi dan karies gigi.

Hampir semua orang berpikir bahwa mereka tahu bagaimana cara untuk menyikat gigi mereka, namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak menyikat gigi dengan benar. Orang-orang lebih memilih produk pemutih gigi, sikat gigi dan benang tanpa benar-benar mengetahui bagaimana cara menggunakannya dengan benar.

Karena, kata drg Dian, gigi mempunyai peranan yang sangat penting, selain berfungsi untuk mempermudah mengunyah makanan, gigi juga sangat berpengaruh terhadap keindahan seseorang.

“Karena dengan menggosok gigi bisa menyegarkan nafas yang tidak sedap, mencegah gigi berlubang, dan mengurangi risiko penyakit infeksi paru-paru, mencegah radang gusi,” jelasnya.

Kebiasaan malas menggosok gigi bukan hanya menimbulkan bau mulut saja. Tetapi, jelas drg Dian, terdapat berbagai jenis penyakit yang lainnya seperti gigi akan berlubang karena terdapat kuman dan bakteri pada gigi yang tidak dibersihkan.

“Gusi akan mengalami rentan pendarahan dan akan menimbulkan infeksi pada jaringan dan tulang yang mendukung gigi jika isi mulut jarang dibersihkan. Bisa juga menyebabkan Ludwig’s Angina. Penyakit ini merupakan infeksi pada jaringan dasar mulut yang disebabkan oleh bakteri,” jelasnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita