oleh

Ibu Juga Seorang Khalifah

HARI ini, 22 Desember 2017 pastinya seluruh warga Indonesia memperingati Hari Ibu. Dunia internasional memperingati Hari Ibu pada pekan kedua bulan Mei yang kita kenal Mother’s Day.

Berbicara mengenai Hari Ibu, pastinya juga berbicara tentang perempuan. Membicarakan tentang seorang perempuan memang sangat menarik, bahkan obrolan mengenai perempuan ini bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Hal ini diungkapkan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Lubuklinggau, Dra Hj Huzaimah yang juga merupakan seorang guru di MAN 2 Lubuklinggau.

“Ada begitu banyak unsur yang menarik dari sebutan untuk perempuan, mulai dari kelebihan fisik cantik, ayu, manis serta sikap lembut dan masih banyak lagi. Belum lagi status-status yang dikumandangkan lagu gender. Namun tanpa disadari sebutan-sebutan itu terkadang membuat para wanita justru dijadikan media komoditas bisnis bahkan dijadikan media berpolitik,” ungkap Huzaimah menanggapi mengenai perempuan.

Lanjutnya, apapun itu dalam kaca mata Islam jika perempuan diberikan kelebihan yang begitu banyak bukan untuk membebaskan diri dari penjajahan kaum female, tetapi memang dijadikan untuk saling berbagi peran untuk kemaslahatan alam.

Huzaimah juga menjelaskan jika tidak ada istilah penjajahan tersebut, tetapi lebih tepat proporsi perkembangan zaman yang memberikan mindset baru tentang makna tugas seorang wanita.

“Tetapi sayangnya, tidak berbanding lurus dengan hakikat tugas yang sebenarnya. Bagaimanapun harus kita sadari bahwa penting memahami tugas-tugas kita sebagai perempuan dengan baik. Dan agama pun memberikan ruang yang sama terhadap kesempatan mengembangkan potensi kesempurnaannya sebagai manusia namun memberikan frame yang jelas tentang tugas dan kewajiban seorang perempuan,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambahnya, yang paling penting bagi seorang perempuan bukan harus menjadi apa, tetapi apa yang bisa dilakukan dalam konteks profesi dan tugas yang dipilih tanpa menggerus marwah sebagai seorang wanita.

Tidak ada yang membedakan kita karena status profesi tetapi yang membedakan kita adalah pola dan cara kita memberikan proporsi yang jelas pada tugas-tugas profesi tersebut dengan asas kebermanfaatan.

“Jika kita adalah seorang istri tentunya kita harus melakukan tugas sebagai istri dengan baik. Sebagai ibu berilah peran sebagai ibu yang baik, sebagai wanita yang memiliki karier tentu berikan proporsi yang baik untuk setiap pilihan hidup kita. Jangan pernah mengeluh pada apa yang kita pilih,” paparnya.

Peringatan Hari Ibu tahun ini, Huzaimah mengajak kepada para ibu maupun perempuan agar lebih smart dalam merencanakan tugas sebagai apapun, untuk memperkuat peran sebagai khalifah di muka bumi ini. (Rls/AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita